LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pembakaran bendera 'tauhid', ribuan massa gelar aksi di depan Polresta Solo

Pembakaran bendera 'tauhid', ribuan massa gelar aksi di depan Polresta Solo. Dalam orasinya mereka memprotes keras aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid yang dilakukan anggota Banser saat peringatan Hari Santri di Kabupaten Garut. Mereka menilai aksi tersebut sangat arogan dan menyakitkan hati umat Islam

2018-10-23 15:30:42
demo HTI
Advertisement

Massa yang tergabung dalam KONAS (Komunitas Nahi Mungkar Surakarta) menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolresta Surakarta, usai Salat Zuhur, Selasa (23/10). Mereka membawa bendera berwarna hitam, hijau maupun putih bertuliskan Tauhid.

Sementara sebagian lainnya berada di depan membentangkan poster yang terbuat dari kertas putih bernada protes. Di antaranya berbunyi 'Tauhid harga mati', 'saudaraku Banser bertaubatlah', 'Tauhid jiwa raga kami' dan lainnya. Massa memenuhi Jalan Adi Sucipto, sehingga arus lalu lintas harus dialihkan.

Dalam orasinya mereka memprotes keras aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid yang dilakukan anggota Banser saat peringatan Hari Santri di Kabupaten Garut. Mereka menilai aksi tersebut sangat arogan dan menyakitkan hati umat Islam di seluruh dunia.

Advertisement

Koordinator aksi Dadyo Hasto Kuncoro mengatakan, tidak dibenarkan siapapun melakukan penghinaan terhadap simbol maupun nilai ajaran agama. Umat Islam selama ini selalu sabar dan berusaha bersikap arif dan bijaksana melihat oknum Banser yang berbuat di luar nalar keimanan.

"Umat Islam selalu sabar melihat saudara seiman kami berbuat di luar nalar. Membubarkan pengajian, melindungi penista agama dan lain-lain. Tapi kami masih bersabar dan berharap agar organisasi bisa membina oknum-oknum pelaku tersebut," katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada aparat agar tidak ada pembiaran kepada para pelaku. KONAS, lanjut dia mengecam keras tindakan para oknum yang melakukan pembakaran bendera. Mereka juga diminta untuk berani mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

Advertisement

"Kami mengecam keras dan meminta mereka dihukum dan dipidana serta meminta maaf secara resmi," tandasnya.

Pada bagian akhir, para pendemo juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya umat Islam agar saling menghormati serta menjaga keharmonisan kehidupan antar umat beragama dengan menjunjung tinggi nilai persatuan.

Polisi telah mengamankan tiga orang terkait pembakaran bendera diduga Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kabupaten Garut. Masyarakat diminta untuk tidak terprovokasi dengan insiden ini. Polres Garut masih mencari satu orang yang diduga pembawa bendera saat perayaan Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan.

Baca juga:
Pandangan hukum MUI atas kasus pembakaran bendera 'tauhid'
Emil minta masyarakat belajar sampaikan pendapat dengan cara beradab
Diperiksa polisi 3 anggota Banser di Garut mengaku tak bakar bendera tauhid, tapi HTI
MUI minta anggota Banser pembakar bendera bertulis kalimat tauhid minta maaf
Ma'ruf Amin tunggu konfirmasi utuh terkait pembakaran bendera mirip HTI
'Banser cukup bakar bendera bertuliskan HTI jangan ada kalimat Tauhid'

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.