Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Banser cukup bakar bendera bertuliskan HTI jangan ada kalimat Tauhid'

'Banser cukup bakar bendera bertuliskan HTI jangan ada kalimat Tauhid' Aksi damai HTI di HI. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Aksi beberapa orang Banser membakar bendera Tauhid yang disebut mirip bendera HTI di Garut menuai kritik. Tindakan tercela ini berpotensi menimbulkan aksi balasan yang berujung perpecahan bangsa dan negara.

“Seharusnya pembakaran itu tidak perlu dan tidak seharusnya terjadi. Aksi itu sudah kebablasan, apalagi dilakukan pada saat peringatan hari santri. Bagaimanapun juga yang dibakar itu adalah kalimat syahadat yang sangat suci dan mulia,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Senin (23/10).

Menurut Mu’ti, pihak Banser Garut harus meminta maaf kepada umat Islam atas tindakan tidak bertanggung jawab anggota mereka dan melakukan pembinaan agar masalah serupa tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang.

Dia menambahkan, kalau yang mereka melakukan itu sebagai bentuk nasionalisme, maka ekspresi dan aktualisasinya keliru. Nasionalisme seharusnya dilakukan dengan cara-cara yang santun dan tetap dalam bingkai akhlak yang luhur. Kalaupun membakar bendera, jangan membakar bendera yang bisa menimbulkan polemik karena memuat kalimat Tauhid.

"Jika yang mereka maksudkan adalah membakar bendera HTI maka ekspresinya bisa dilakukan dengan cara yang lain. Kalaupun dengan membakar bendera cukup dengan simbol atau tulisan HTI,” kata Mu'ti.

Bagi masyarakat yang berkeberatan dan melihat persoalan pembakaran sebagai tindak pidana penghinaan, sebaiknya menyelesaikan melalui jalur hukum, dan menghindari penggunaan kekuatan massa dan kekerasan. Dia juga mengimbau masyarakat tak terpancing melakukan aksi susulan.

“Kepada aparatur keamanan dan penegak hukum hendaknya menindaklanjuti dan menjalankan hukum sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Polisi telah mengamankan tiga orang dalam kasus ini. Mereka masih mencari seorang pria lain yang diduga terlibat pembakaran.

Polisi sedang melakukan penyelidikan sekaligus meminta klarifikasi dari ketiganya yang kini masih berstatus saksi. Jika tak cepat ditanggulangi, dikhawatirkan bisa menimbulkan sangkaan yang berujung perpecahan. Sebab informasi yang tersebar di dunia maya tidak utuh.

"Diduga bendera (yang dibakar) HTI. Tapi akan didalami lagi, bisa saja spontanitas. Makanya harus diketahui motifnya seperti apa," kata Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP