Pelaku pembunuhan bocah SD di Depok mau nikah bulan depan
"Dia mau nikah bulan Maret," kata Arist.
Rencana pernikahan Begeng dengan calon istrinya harus kandas. Karena saat ini Begeng mendekam di sel tahanan untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya. Begeng diduga melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap bocah kelas satu SD berinisial J di Depok.
Padahal jika tidak membunuh, Begeng sudah akan mengikat janji dengan Tari (32) bulan Maret. Namun kenyataan berkata lain. Begeng kini harus berhadapan dengan hukum karena telah membunuh J (7) siswa kelas satu SD di Depok.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan, pada dirinya Begeng mengaku punya rencana menikah bulan depan. Namun rencana itu terpaksa gagal terlaksana.
"Dia mau nikah bulan Maret. Tadi saya sudah berbicara dengan dia dan mengakui perbuatannya," kata Arist di Polresta Depok, Senin (8/2).
Meski sudah mengakui perbuatannya, namun Arist belum mendapat pengakuan alasan penculikan J. Untuk mendalaminya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Masih membutuhkan pemeriksaan psikologi forensik untuk membantu mengungkapnya," ucapnya.
Seperti diketahui, Begeng menculik J pada Sabtu (6/2) siang. Dia menjemput di sekolah pakai motor. Korban dibawa ke rumahnya di Lubang Buaya Jakarta Timur. Korban diimingi uang Rp 2.000. Namun korban ditemukan tak bernyawa pada Minggu (7/2) dinihari. Jasadnya sudah dikuburkan di Garut Jawa Barat oleh pihak keluarga.
Baca juga:
Penculik bocah SD mengaku membunuh karena panik didatangi polisi
Munculkan Mr X, skenario Begeng usai bunuh bocah SD di Depok
KPAI sebut Begeng pembunuh bocah di Depok banyak bohong
Penculik anak di Depok dikenal suka mesum dengan cewek-cewek ABG
Fakta-fakta kasus penculikan bocah SD di Depok
Tersangka pembunuh bocah SD dikenal akrab dengan anak-anak
Diperiksa 28 jam, tetangga korban pembunuhan bocah SD irit bicara