LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pedagang di Nunukan yakin baju bekas impor tak mengandung bakteri

Pedagang mengaku tak pernah mendengar keluhan pelanggan akibat mengenakan baju bekas.

2015-02-09 03:05:00
Pakaian Bekas Impor
Advertisement

Pedagang menjamin pakaian bekas impor yang dijual di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), tidak mengandung bakteri dan jamur berbahaya sebagaimana yang ditemukan pada sejumlah daerah di Indonesia.

Seorang pedagang pakaian bekas impor di Kabupaten Nunukan, Aras mengatakan, sejak pakaian bekas ini mulai diminati masyarakat setempat sejak tahun 90-an belum pernah mendapatkan laporan adanya pelanggan yang mengeluh sakit akibat mengenakan pakaian bekas tersebut.

Ia menegaskan, adanya temuan bakteri dan jamur berbahaya yang mematikan pada pakaian bekas impor tidak mempengaruhi minat masyarakat di daerah itu untuk membeli pakaian bekas tersebut.

"Memang sering diberitakan di televisi soal bakteri dan jamur yang ditemukan di pakaian bekas impor. Tapi saya lihat tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk membeli pakaian bekas impor," ujar Aras, Minggu (8/2), seperti dilansir Antara.

Ia mengaku, tak tertutup kemungkinan pakaian bekas yang diimpor melalui Malaysia itu ada yang mengandung bakteri dan jamur. Hanya saja, kata Aras, selama ini belum pernah mendapatkan atau mendengarkan adanya pembeli pakaian bekas impor yang mengeluhkan kesehatannya.

Menurut dia, ada kiat yang perlu dilakukan bagi pembeli pakaian bekas impor, yakni sebelum dipakai dicuci terlebih dahulu atau direndam dengan air panas agar kuman-kuman yang bakal melekat dapat dimatikan.

"Selama ini belum pernah mendapatkan laporan atau mendengar informasi adanya masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat sering mengenakan pakaian bekas impor," jelas dia disela-sela melayani pembeli di pusat grosir pakaian bekas di Pasar Baru Kabupaten Nunukan.

Sama halnya dengan Ramli, pedagang pakaian bekas lainnya di pusat grosir pakaian bekas impor atau lebih dikenal masyarakat setempat sebagai pakaian cakar (cap karung). Pedagang yang satu ini mengungkapkan, masalah pakaian bekas impor yang banyak diperjualbelikan di daerah itu belum berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.

Dia mengatakan, selama ini masih mampu meraup hasil penjualan hingga Rp 1 juta per hari dengan berjualan jaket levis dan celana panjang training bekas impor. Ramli menduga, bakteri dan jamur yang ditemukan pada pakaian wanita, seperti celana dalam dan BH.

Adanya kecurigaan bakteri dan jamur itu berkembang saat dalam karung, kedua pedagang ini mengatakan, kecil kemungkinan terjadi karena telah disemprot dengan bahan pengawet sebelum dikarungkan.

Baca juga:
Ini cara lucu pedagang pakaian bekas di Senen pancing pembeli
Pedagang pakaian bekas di Senen mengaku cuma kaki tangan importir
Tikus pelabuhan & aparat kuasai impor baju bekas di Tanjung Priok
Kemendag tak berdaya lawan tikus pelabuhan pemain impor baju bekas
Rakyat Indonesia tak merasa terinjak pakaian bekas impor dari Korea
Isu bakteri, 'rombengan internasional' di Malang tak turun omzet

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.