LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pecatan Brimob Bantah Rampas Senjata Polisi di Medan

Polisi mengatakan pihaknya terpaksa menembak kaki Kamiso, karena tersangka mencoba merampas senjata milik petugas saat dilakukan pengembangan kasus. Polisi juga membantah Kamiso menyerahkan diri. Alasannya, tersangka tidak datang ke kantor polisi, melainkan diamankan di pinggir Jalan Sampali.

2020-11-04 00:13:31
penembakan
Advertisement

Polisi memaparkan kasus penembakan terhadap personel Polsek Medan Barat, Aiptu Robin Silaban. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menyatakan pelaku, Kamiso (45), ditembak kedua kakinya karena melakukan perlawanan, sebaliknya Kamiso mengaku ditembak dalam kondisi mata tertutup.

Kasus itu dipaparkan di hadapan wartawan di Mapolrestabes Medan, Selasa (3/11). Kamiso dibawa dengan kursi roda. Kedua kakinya yang diperban karena luka tembak, bahkan kaki kanannya diberi penyangga.

Sebelum konferensi pers, Kamiso yang ditanyai wartawan mengaku menyerahkan diri kepada personel Polsek Percut Sei Tuan di Desa Sampali, Kabupaten Deli Serdang. Dia melakukannya tak lama setelah penembakan terhadap Robin. Dia juga membawa barang bukti senjata api berjenis revolver yang dirampas dari personel kepolisian itu.

Advertisement

Setelah menyerahkan diri, Kamiso pun dibawa ke Polsek Percut Sei Tuan. Dua hari kemudian, dia dibawa polisi untuk mencari keberadaan rekannya yang diduga terlibat dalam pertikaian itu. Matanya ditutup. “Setelah menyerahkan diri. Saya tidak tahu ditembak di mana (lokasinya),” ujarnya.

Setelah memberi keterangan itu kepada wartawan, Kamiso yang awalnya berada di pelataran Polrestabes Medan, lokasi konferensi pers, buru-buru dibawa polisi ke dalam lobi Mapolrestabes Medan. Dia baru dibawa kembali ke lokasi pemaparan itu setelah Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko tiba di lokasi.

Sementara, Riko mengatakan pihaknya terpaksa menembak kaki Kamiso, karena tersangka mencoba merampas senjata milik petugas saat dilakukan pengembangan kasus. Dia juga membantah Kamiso menyerahkan diri. Alasannya, tersangka tidak datang ke kantor polisi, melainkan diamankan di pinggir Jalan Sampali.

Advertisement

"Tersangka kita minta menunjukkan rekan-rekannya, termasuk tempat tinggalnya. Namun berulah kembali berusaha merebut senjata anggota kita yang mengawal yang bersangkutan. Kita berikan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan yang bersangkutan," jelas Riko.

Setelah konferensi pers, Kamiso kembali membantah dia mencoba merampas senjata milik petugas saat pengembangan kasus. Dia terus membantah berulang kali sembari diboyong ke ruang tahanan.

Penembakan terhadap kaki Kamiso ini sempat mendapat protes dari seseorang dengan akun Adinda Putri Nur Az-Zahra. Perempuan yang mengaku sebagai istrinya ini memposting foto Kamiso yang diperban kedua kakinya. Dia mempertanyakan penembakan terhadap suaminya, padahal pria itu sudah menyerahkan diri.

Seperti diberitakan, penembakan terhadap Aiptu Robin Silaban terjadi di tempat pencucian mobil dan bengkel di Jalan Gagak Hitam, Selasa (27/10). Dalam pertikaian yang terjadi di sana, Kamiso merampas senjata korban lalu menembakkannya. Peluru menembus dada kanan hingga ke paru-paru korban.

Riko mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif penembakan itu. Terlebih Aiptu Robin masih dalam kondisi kritis.

Berdasarkan keterangan sementara, tersangka mengaku disuruh seorang perempuan berinisial NWT untuk menjemput dua orang bernama Kadeo dan Irvan di tempat pencucian mobil itu. Sesampainya di sana, Kamiso bersama lima temannya langsung membuat keributan dan perusakan.

"Anggota kami yang kebetulan ada di situ yaitu Saudara Robin mengingatkan yang bersangkutan, namun ia tetap melakukan aksinya merusak yang di bengkel tersebut. Kemudian anggota memberikan tembakan peringatan ke bawah. Dan kaki (Kamiso) terserempet peluru. Namun yang bersangkutan berpura-pura mengajak anggota bicara baik-baik dengan anggota kita, namun setelah dekat justru memukul tangan anggota kita menggunakan double stick,” jelas Riko.

Kamiso langsung merebut senjata api milik Robin yang terjatuh. Tersangka menembaknya.

Setelah menembak di bagian dada Robin, lanjut Riko, Kamiso mengarahkan senjata api rampasan itu ke kepala korban. Namun senjatanya tidak meletus. “Itu berdasarkan keterangan saksi di TKP," terang Riko.

Riko mengakui Kamiso merupakan bekas personel Brimob. “Itu 21 tahun lalu. Gak tau benar apa tidak. Kita sedang cek. Informasinya karena melawan komandan kompi, kemudian disersi dan dilakukan PTDH atau pemberhentian dengan tidak hormat,” jelasnya.

Tiga teman Kamiso masih diburu petugas. Mereka masing-masing: AM (45), EN (35), dan HA (30) yang merupakan putra dari NWT. Riko meminta agar tersangka lainnya untuk menyerahkan diri. “Segera menyerahkan diri. Pasti kami kejar. Dan kita akan lakukan tindakan tegas,” tegas Riko.

Baca juga:
Polri Tanggapi Irjen Napoleon Sebut Rp7 M 'Buat Petinggi Kita': Tak Ada Dalam BAP
Tuntutan JPU Belum Rampung, Sidang Penembakan Mahasiswa Kendari Ditunda Sepekan
Diduga Depresi, Anggota Polisi Bakar Kasur dan Motor di Deli Serdang
Tiki Taka Duo Jenderal Polri Hapus Status Buronan Internasional Djoko Tjandra
Djoko Tjandra Siapkan Rp10 Miliar Bagi Pihak-Pihak Bantu Hapus Nama di Red Notice
Djoko Tjandra Didakwa Suap 2 Jenderal Polisi Urus Penghapusan Status Buron
Irjen Napoleon Minta Imigrasi Hapus Nama Djoko Tjandra di Red Notice Usai Terima Duit

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.