PBD Fasilitasi Haji 2026, Siapkan Rp1,5 Miliar untuk 296 Jemaah Calon Haji
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) mengalokasikan dana Rp1,5 miliar untuk fasilitasi haji 296 jemaah calon haji pada tahun 2026, termasuk uang saku dan dukungan kesehatan, guna memastikan kelancaran ibadah mereka.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji bagi warganya. Pemprov PBD telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk memfasilitasi keberangkatan 296 calon haji asal daerah tersebut pada tahun 2026 mendatang.
Dukungan finansial ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pemberian uang saku bagi setiap jemaah hingga pembiayaan petugas dan tenaga pendamping haji. Inisiatif ini bertujuan untuk meringankan beban jemaah serta memastikan mereka mendapatkan pendampingan yang optimal selama perjalanan ibadah.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menegaskan bahwa kesiapan teknis dan kesehatan jemaah telah dipastikan secara menyeluruh. Ini termasuk penyediaan masker, vitamin, tim medis, serta kelengkapan vaksinasi wajib demi menjaga kondisi fisik jemaah tetap prima hingga tiba di Tanah Suci.
Dukungan Finansial dan Logistik untuk Jemaah Haji
Total bantuan yang dialokasikan oleh Pemprov Papua Barat Daya mencapai Rp1,5 miliar, yang secara spesifik ditujukan untuk mendukung kelancaran ibadah haji. Anggaran ini mencakup uang saku bagi para jemaah serta pembiayaan penuh untuk petugas dan tenaga pendamping yang akan mendampingi mereka.
Setiap jemaah calon haji akan menerima bantuan uang saku sebesar Rp2 juta, sebuah langkah konkret untuk membantu memenuhi kebutuhan pribadi selama di Tanah Suci. Selain itu, pemerintah daerah juga menanggung biaya perjalanan petugas pendamping, mulai dari Sorong menuju embarkasi Makassar, hingga proses keberangkatan ke Tanah Suci.
Ahmad Nausrau juga menjelaskan bahwa jumlah jemaah calon haji dari Papua Barat Daya dan Papua Barat secara keseluruhan mengalami penurunan tahun ini, dari 722 orang menjadi 447 orang. Khusus untuk Papua Barat Daya, kuota jemaah adalah 296 orang, termasuk satu orang Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD).
Kesiapan Kesehatan dan Teknis Keberangkatan
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sangat memperhatikan aspek kesehatan jemaah calon haji. Kesiapan teknis keberangkatan telah dipastikan, termasuk penyediaan masker, vitamin, dan tim medis yang terdiri dari tiga dokter dan tujuh perawat untuk mendampingi jemaah selama perjalanan ibadah.
Seluruh jemaah calon haji juga telah menerima vaksinasi wajib yang diperlukan, yaitu vaksin COVID-19, meningitis, dan polio. Vaksinasi ini merupakan prasyarat penting untuk memastikan jemaah dalam kondisi sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit selama berada di Tanah Suci.
Wakil Gubernur Ahmad Nausrau memastikan bahwa seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap diberangkatkan. Pelepasan resmi jemaah calon haji Papua Barat Daya dijadwalkan pada Senin, 4 Mei, di Kota Sorong, dan akan dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya.
Pesan dan Harapan bagi Duta Daerah
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Nausrau mengingatkan para jemaah untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Ia menekankan pentingnya meluruskan niat ibadah semata-mata karena Allah SWT, agar ibadah haji dapat dilaksanakan dengan khusyuk dan mabrur.
Jemaah calon haji juga diminta untuk menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci. Mereka tidak hanya berangkat secara pribadi, tetapi juga sebagai duta dari Papua Barat Daya yang membawa citra daerah di mata dunia.
Oleh karena itu, kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di Tanah Suci serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur daerah menjadi sangat penting. Pesan ini diharapkan dapat menjadi pegangan bagi seluruh jemaah dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah haji.
Sumber: AntaraNews