Pariwisata Indonesia di Jalur Positif, Menteri Pariwisata Optimis Capai Target 2029
Peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara dan devisa pada awal 2026 menegaskan **Pariwisata Indonesia** berada di jalur positif, mendorong optimisme Kementerian Pariwisata.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan sektor Pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif yang signifikan. Pernyataan ini didasarkan pada peningkatan angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama April 2026.
Widiyanti menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan jumlah kunjungan wisman serta meningkatnya rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan. Hal ini membuktikan efektivitas strategi penguatan kualitas destinasi yang telah diterapkan oleh Kementerian Pariwisata.
Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa sektor pariwisata nasional tetap tangguh di tengah dinamika geopolitik global. Data terbaru menunjukkan performa yang menjanjikan bagi industri pariwisata Indonesia.
Kunjungan Wisman Melonjak, Devisa Negara Meningkat
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan wisman pada April 2026 mencapai 1,25 juta kunjungan. Angka ini meningkat 7,22 persen dibandingkan 1,16 juta kunjungan pada bulan yang sama tahun sebelumnya.
Secara kumulatif, periode Januari hingga April 2026 mencatat 4,68 juta kunjungan wisman. Ini berarti terjadi pertumbuhan sebesar 8,24 persen dari 4,33 juta kunjungan pada periode yang sama tahun 2025.
Wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia pada April 2026 paling banyak berasal dari negara-negara berikut:
- Malaysia (207.957 kunjungan)
- Australia (157.960 kunjungan)
- Tiongkok (133.986 kunjungan)
- Singapura (111.439 kunjungan)
- Timor-Leste (75.477 kunjungan)
Peningkatan jumlah wisman ini berdampak positif pada penerimaan devisa negara. Bank Indonesia melaporkan devisa pariwisata Triwulan I 2026 mencapai 4,05 miliar dolar AS, atau sekitar Rp68,28 triliun. Angka ini naik 6,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Strategi Kementerian Pariwisata untuk Pengembangan Berkelanjutan
Kementerian Pariwisata terus menyelaraskan kebijakan untuk mencapai target pembangunan pariwisata nasional tahun 2029. Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata yang berlangsung pada 20-21 Mei 2026.
Pemerintah mendorong penerapan praktik usaha pariwisata berkelanjutan, yang mencakup upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian daya dukung destinasi. Ini sejalan dengan komitmen terhadap pariwisata yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.
Kementerian Pariwisata juga memperkuat ekosistem pariwisata ramah Muslim melalui kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Program ini mencakup sertifikasi produk halal bagi para pelaku usaha di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi.
Selain itu, Kementerian Pariwisata aktif mendukung pengembangan desa wisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, kementerian ini mendukung penyelenggaraan 125 kegiatan atau acara terkurasi di berbagai daerah di Indonesia.
Sumber: AntaraNews