Panti pijat digerebek, dua pasangan kedapatan sedang hubungan intim
Panti pijat digerebek, dua pasangan kedapatan sedang hubungan intim. Polisi dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) membongkar bisnis panti pijat plus-plus yang menyediakan cewek untuk melayani pria hidung belang. Pemilik panti pijat plus-plus ini dikelola Samsul, warga Pacar Keling Surabaya.
Polisi dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) membongkar bisnis panti pijat plus-plus yang menyediakan cewek untuk melayani pria hidung belang. Pemilik panti pijat plus-plus ini dikelola Samsul, warga Pacar Keling Surabaya.
Bisnis yang dijalaninya sudah cukup lama hampir lima tahun lebih itu dipasang plakat papan panti pijat 'Bu Hari' di Jalan Tambak Rejo, Surabaya, menawarkan jasa pijat khusus laki-laki. Begitu, ada lelaki yang masuk, seorang karyawan menawarkan pada pria hidung belang, apakah pijat biasa atau pijat plus-plus.
"Wanita yang dijual dijadikan pijat plus-plus (seperti PSK) itu ada enam orang. Tarifnya untuk sekali pijat itu Rp 100 ribu. Sedangkan pijat plus-plus tarifnya harus ditambahi mulai dari sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu," terang Wakapolrestabes Surabaya Kompol Bayu Indra Wiguna, Rabu (26/10).
Menurut Bayu, penambahan tarif pijat plus-plus itu semuanya tergantung dari negosiasi antara si pemijat dengan pria hidung belang. Jika ada kesepakatan, baru melakukan eksekusi untuk melakukan hubungan intim.
"Kebetulan saat dilakukan penggerebekan ada dua pasangan dengan kondisi telanjang sedang bermain (hubungan intim)," tandas dia.
Baca juga:
Cerita ketua pengadilan agama digerebek bareng pria lain di hotel
Aksi Ridwan Kamil gerebek pasangan mesum di panti pijat plus-plus
Pijat esek-esek di Surabaya dirazia, pelanggan kepergok lagi indehoi
2 Terapis dan tamu pijat plus digerebek dalam kondisi telanjang
Jadi germo prostitusi berkedok panti pijat, Titik dibekuk polisi