LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pangdam Kasuari: Yang Teriak Papua Merdeka Tak Mau Kerja Keras dan Merongrong Negara!

Pangdam menuturkan, pengorbanan darah, air mata, tenaga, dan nyawa sudah habis-habisan demi kata sepakat menjadi NKRI. Perjuangan hari ini untuk anak cucu. Agar mereka bisa hidup dengan tenang dan tidak termakan isu-isu Papua Merdeka.

2021-08-02 15:26:34
Kerusuhan Papua
Advertisement

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa bertemu langsung dengan para pengungsi Kampung Mayerga Distrik Moskona Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Senin (2/8). Para pengungsi ini sempat meninggalkan kampung mereka setelah adanya teror dari orang tidak dikenal.

"Pace Mace, jangan takut. Kita tinggal di negeri sendiri, kita punya tanah air di sini karena Negara, Pemerintah hadir untuk menjamin keamanan. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi di negara kita, negara Indonesia. Saya selaku Pangdam bertanggungjawab atas keamanan terhadap saudara-saudara sekalian," tegas Nyoman Cantiasa melalui keterangan tertulis kepada merdeka.com.

Pangdam Kasuari menyatakan sikap prihatin atas masalah keamanan yang berdampak adanya pengungsi warga dari Kampung Mayerga ke Bintuni. Dia menegaskan, keselamatan masyarakat adalah yang utama.

Advertisement

"Kita semua prihatin atas kejadian ini, apalagi saat ini kita dihadapkan pandemi Covid-19. Akibatnya masyarakat harus mengungsi hampir dua minggu dan terpencar," ujarnya.

Dia berpandangan, teror dan kejadian di Distrik Moskona Barat, menjadi bukti masih ada yang tidak sejalan dengan NKRI. Menurutnya, Lodwick Mandacan sebagai kepala suku besar sudah mengikrarkan diri untuk bergabung dengan NKRI.

Advertisement

Pangdam menuturkan, pengorbanan darah, air mata, tenaga, dan nyawa sudah habis-habisan demi kata sepakat menjadi NKRI. Perjuangan hari ini untuk anak cucu. Agar mereka bisa hidup dengan tenang dan tidak termakan isu-isu Papua Merdeka.

"Mereka yang masih berteriak Papua Merdeka adalah mereka-mereka yang kalah bersaing, tidak mau bekerja keras, dan hanya bisa merongrong negara" tegasnya.

Pangdam mengajak semua warga untuk bersatu dan menutup ruang konflik. "Jangan dijadikan konflik. Perbedaan harus ditutup, kita dukung pemerintah daerah," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga menghadirkan empat orang prajurit Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) yang merupakan asli warga Teluk Bintuni.

"Ini bukti, kita sedang membangun SDM Papua. Lewat program Caba Otsus yang diinisiasi Gubernur, maka 1.000 prajurit Asli Orang Papua (OAP) akan kembali untuk membangun tanah Papua, Pemerintah telah memberikan banyak kesempatan, peluang untuk kita berkarya," ucapnya.

Baca juga:
Komnas HAM Ikut Kawal Kasus Anggota TNI AU Injak Kepala Warga Merauke
DPR Soal TNI Injak Kepala Warga di Merauke: Kedepankan Humanis, Bukan Represif
Polres Nabire Olah TKP & Gelar Patroli Rutin Buntut Aksi Pembakaran di Dogiyai Papua
Rumah dan Kios Dibakar Usai Paskhas Diserang OTK di Dogiyai Papua, 1 Warga Meninggal
Kota Sorong Papua Resmi Terapkan PPKM Darurat hingga 20 Juli
DPR Gelar Paripurna Bahas Pengambilan Keputusan RUU Otsus Papua

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.