'Pak Jokowi kita juga mau dibuatin kampung deret'
"Dulu diukurnya sampe sini, RT 013 juga. Kirain bakal dibangun, eh nggak tahunya, saya lemes loh," curhat Mardiah.
Pesona kampung deret di RT 014 RW 001, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, rupanya membuat iri warga sekitar yang rumahnya masih semi permanen. Salah satunya warga RT 013 yang sampai kini tempat tinggalnya masih terlihat kumuh.
Eli, warga RT 013 bercerita, saat kebakaran beberapa bulan lalu, perkampungannya memang tak ikut dilahap api. Meski demikian, atap rumahnya rusak karena terinjak petugas pemadam kebakaran yang sedang memadamkan api.
"Rumah saya keinjek, asbesnya bocor, ya udah saya tambal-tambal aja seadanya karena nggak diganti. Maunya sih diganti, dibangun rumahnya," curhat Eli, saat ditemui merdeka.com, Kamis (21/8).
Eli mengaku, dia dan warga lainnya sangat iri dengan rumah-rumah baru di RT 014. Menurutnya, semua kawasan di sana harusnya dijadikan kampung deret. "Iri dong, pingin dirapiin. Mustinya sampe ke dalam-dalam, rumah saya kan di dalam, sekarang bocor gara-gara diinjek. RT 013 kan warganya nggak banyak, dibangun sekalian lah biar rapi," harap Eli.
Harapan yang sama juga disampaikan, Mardiah, warga RT 013 lainnya. Dia juga ingin punya rumah baru dan gratis.
"Saya udah 40 tahunan tinggal di sini, dari kecil. Saya kepingin sih dibangun, saya kan juga korban, cuma ketolongan air hujan aja waktu itu jadi apinya nggak gede di rumah saya. Saya pengen bagus (rumahnya), ngiri liat yang lain," keluhnya.
Mardiah bercerita, saat kebakaran kemarin rumahnya juga hancur karena diinjak-injak saat proses pemadaman. Dia harus merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki rumahnya, dari pada menunggu bantuan dari pemerintah yang tak kunjung tiba.
Mardiah juga sempat protes ketika mendengar kabar bahwa rumah ketua RT 013 malah akan dibangun yang baru. "Saya protesnya kenapa cuma rumah RT nya doang sendiri. Kenapa cuma itu yang dibangun, kok saya enggak. Kan saya ngiri dong. Siapa yang nggak ngiri. Kata ketua RT nya disuruh ngomong sendiri sama Pak Jokowi," cerita Mardiah.
"Pas Lebaran, Jokowi kan kemari. Saya mau ngomong aja susah sama Pak Jokowi, rame. Kata orang yang dengar dari Pak Jokowi, katanya nanti bertahap. Bertahap tuh kapan," sambungnya dengan nada kesal.
Hingga kini, Mardiah dan warga RT 013 lainnya hanya bisa menunggu dan berharap untuk kebagian dibangun rumah baru. "Dulu kan diukurnya sampe sini, RT 013 juga. Kirain bakal dibangun, eh nggak tahunya cuma yang itu (RT 014) doang. Rumah baru itu, bagus, senang lihatnya, saya sering berkhayal, kapan ya rumah saya dibangun kayak gitu. Saya lemas loh, kok nggak dibangun," katanya.
Laporan: Cornelia Halim
Baca juga:
Ini wajah Johar Baru setelah disulap Jokowi jadi kampung deret
Setelah ada kampung deret, warga Johar Baru bisa tidur nyenyak
Jokowi terus tagih pengembang agar bangun rusun di Marunda
Jokowi: Ke mal jalan-jalan saja, belanjanya di pasar tradisional
Mimpi Ahok bebaskan Jakarta dari produk 'Made in China'