Pacar kapten perampok Davidson tak pernah diberi uang kejahatan
Pacar kapten perampok Davidson tak pernah diberi uang kejahatan. RCL mengaku menyesal telah mengenal SFL. Sebab sejak kenal dengan SFL, RCL mengaku tidak pernah diberi uang dari hasil kejahatannya.
Polda Metro Jaya merilis kasus perampokan menewaskan seorang warga bernama Davidson Tantono (30) di depan SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat, Rabu (21/6). Tujuh perampok dihadirkan dalam rilis di Mapolda Metro Jaya, itu.
Satu per satu pelaku dipersilakan memberikan pengakuan saat melakukan aksinya oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan. Termasuk RCL, kekasih SFL (30), kapten dalam kelompok tersebut.
RCL mengaku menyesal telah mengenal SFL. Sebab sejak kenal dengan SFL, RCL mengaku tidak pernah diberi uang dari hasil kejahatannya.
"Kalau uang, saya tidak pernah kebagian, dia cuma naruh di dompet untuk masak dan alat mandi," ujar RCL saat ditanya Iriawan.
RCL mengaku seorang pemandu lagu. Dari tempat kerjanya itulah dia mengenal SFL.
"Kenal di karaoke pak," katanya.
"Profesi?" tanya Iriawan
"Di karaoke jadi LC, itu sudah lama. Di Grand Menteng pak," ujar RCL.
SFL (30), meregang nyawa usai dihujam timah panas penyidik Polda Metro Jaya. Dia merupakan otak pelaku perampokan Davidson Tantono di depan SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat.
Baca juga:
Ini peran wanita pacar 'kapten' perampok Davidson di Daan Mogot
Kapolda Metro sebut perampok Daan Mogot 11 orang, 7 sudah diciduk
Komplotan perampok Davidson patungan duit buat modal beraksi
Dapat jatah Rp 14 juta, perampok Davidson beli TV hingga motor
Jadi kapten perampokan Davidson, SFL atur strategi hingga eksekusi
23 Kali beraksi dalam 2 bulan, eksekutor Davidson raup Rp 1,5 miliar
Fakta dibalik perampokan Davidson Tantono di depan SPBU Daan Mogot