Komplotan perampok Davidson patungan duit buat modal beraksi
Merdeka.com - Petugas Polda Metro Jaya sudah menangkap tujuh pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap Davidson Tantono (30). Dari tujuh pelaku, dua di antaranya ditembak mati karena melawan petugas saat hendak ditangkap.
Sebelum dan sesudah beraksi, para pelaku selalu berkumpul di suatu tempat. Seperti saat terbunuhnya Davidson, mereka menyusun rencana juga membagikan hasil kejahatan di sebuah apartemen wilayah Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan selama beraksi komplotan ini jumlahnya tidak menentu.
"Itu macam-macam, dia kan tak keseluruhan seluruh kelompok itu melakukan, ada kadang-kadang cuma delapan orang, kadang sepuluh orang, kadang tujuh orang. Tergantung kegiatan yang mau dijadikan korban," ujar Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (21/6).
Namun, kata Argo, sebelum beraksi, komplotan ini selalu berurunan alias patungan. Uang patungan ini digunakan untuk menunjang aksi kejahatan mereka.
"Jadi (sebelum beraksi), bisa juga untuk jalan itu urunan (patungan), berapa untuk sewa mobil bisa urunan. Setelah uang yang dirampok itu sudah berhasil, nanti dikeluarkan dulu untuk sewa-sewa semua (mobil, motor, apartemen, makanan). (Dibayarin semua) untuk sewa hotel, mobil, nanti keuntungan baru dibagi," jelas Argo.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya