23 Kali beraksi dalam 2 bulan, eksekutor Davidson raup Rp 1,5 miliar
Merdeka.com - Safriil, eksekutor Davidson Tantono (30) di depan SPBU Daan Mogot, Jakarta Barat diketahui merupakan pemain lama. Terungkap, dalam dua bulan pelaku beraksi sebanyak 23 kali dan mampu meraup Rp 1,5 miliar dari hasil kejahatannya.
Demikian diungkapkan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Rudy Heriyanto Adi Nugroho. "Perampokan yang dilakukan dari kelompok Lampung dipimpin sang kapten ini sudah 23 TKP," ujar Rudy saat jumpa pers di kamar jenazah Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, Selasa (20/6).
Sasaran Safriil beserta komplotannya, lanjut Rudy, yakni para nasabah bank yang baru saja melakukan penarikan uang dalam jumlah banyak.
"Perampokan 23 TKP itu dilakukan sejak bulan April hingga Juni. Hasilnya diperkirakan sudah mencapai 1,5 miliar ung yang dikumpulkan," tambah perwira tiga melati di pundak tersebut.
Menurut dia, rata-rata perampokan yang dilakukannya itu tidak hanya di Jakarta saja. Melainkan di beberapa daerah lainnya, seperti Bogor, Tanggerang, Ciawi. "Tapi yang lebih banyak perampokan itu dilakukan di wilayah Jakarta," pungkasnya.
Sebelumnya, polisi dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya sudah menangkap empat orang pelaku perampokan terhadap Davidson Tantono di SPBU Jalan Raya Daan Mogot, Kelurahan Cengkareng, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Dari penangkapan tersebut, polisi memberikan tindak tegas, dan menembak mati pelaku. Kemudian, polisi bergerak lagi ke Jawa Timur yang dibackup Ditreskrimum Polda Jawa Timur, dan berhasil menangkap tiga pelaku.
Mereka adalah Safriil, Nizar, dan Rachel. Namun, saat polisi mengembangkan kasusnya untuk menunjukan senpi yang digunakan perampokan menembak Davidson Tantono di By Pass Porong, Sidoarjo.
Ternyata pelaku utama yang sebagai eksekutor yakni Safriil justru memilih melarikan diri dengan merampas senjata yang dibawa anggota. Akhirnya, polisi memberikan tindakan tegas menembaknya dua kali, satu diantaranya mengenai dadanya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya