OTT di Bekasi, KPK Dikabarkan Tangkap Wali Kota
Ketua KPK Firli Bahuri tak menampik tim penindakannya mengamankan Rahmat Effendi terkait OTT tersebut. Firli meminta publik untuk bersabar.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Kepala daerah itu terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bekasi bersama pengusaha. Keduanya diperiksa secara insentif dan akan dibawa ke gedung KPK.
Sumber di KPK mengatakan yang ditangkap adalah wali kota. "Wali Kota yang diamankan," kata sumber tersebut kepada Liputan6.com, Rabu (5/1).
Ketua KPK Firli Bahuri tak menampik tim penindakannya mengamankan Rahmat Effendi terkait OTT tersebut. Firli meminta publik untuk bersabar.
"Betul ada tangkap tangan di Bekasi, kita masih bekerja. Tolong bersabar beri waktu untuk kami bekerja," ujar Firli.
Baca juga:
Eks Pegawai KPK Doakan Si Raja OTT Harun Al Rasyid Jadi Pengganti Artidjo Alkostar
KPK Sebut Ucapan Arteria Dahlan Soal Penegak Hukum Tak Di-OTT Bertentangan dengan UU
Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron juga tak menampik saat ditanya soal Rahmat Effendi yang ditangkap KPK. "Benar KPK telah melakukan giat tangkap tangan di wilayah Bekasi, Jawa Barat," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
Mereka yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penindakan KPK. "Kami saat ini sedang memeriksa para pihak untuk membuat terang dugaan tindak pidana korupsi yang sedang kami selidiki," kata Ghufron.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka yang diamankan.
"Mohon bersabar pada saatnya nanti kami akan sampaikan setelah proses pemeriksaan selesai," kata Ghufron.
Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Mantan Pegawai KPK Ungkap Kenapa OTT Sangat Ditakuti Para Koruptor
Politikus PDIP: Polisi, Hakim, Jaksa Tak Boleh di-OTT, Mereka Simbol Negara
MenPAN RB Tanggapi Permintaan Bupati Banyumas Soal OTT KPK
Tanggapi Bupati Banyumas soal OTT Bilang Dulu, DPR Bilang 'Itu Kekhawatiran Mendalam'