Oplet Robet Gagas Pertunjukan Betawi Modern, Tetap Jaga Akar Budaya
Komunitas seni Oplet Robet berinovasi menghadirkan pertunjukan Betawi modern dengan tata panggung dan artistik yang lebih canggih. Tujuannya menarik generasi muda tanpa melupakan identitas budaya asli.
Komunitas seni Betawi Oplet Robet terus berupaya menghadirkan pertunjukan budaya yang lebih modern. Inovasi ini bertujuan menarik minat masyarakat luas tanpa meninggalkan akar tradisi yang menjadi identitasnya. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian budaya lokal di tengah gempuran modernisasi.
Pendiri Oplet Robet, Ramdhani Qubil AJ atau Bang Qubil, menyatakan komunitasnya memiliki mimpi besar. Mereka ingin meningkatkan kualitas pertunjukan seni Betawi melalui pengemasan yang lebih kreatif dan mengikuti perkembangan zaman. Harapan ini disampaikan usai pementasan Lenong Kampung Te-Ko yang sukses digelar.
Pertunjukan tersebut diselenggarakan dalam rangka perayaan HUT ke-499 Jakarta di Galeri Indonesia Kaya. Bang Qubil menekankan bahwa kesenian tradisional harus terus berkembang agar tetap relevan bagi generasi masa kini. Namun, inovasi tersebut tidak boleh menghilangkan unsur budaya sebagai fondasi utama.
Visi Oplet Robet: Memodernisasi Tanpa Menghilangkan Jati Diri
Bang Qubil menegaskan bahwa kesenian bukanlah "kitab suci" yang tidak bisa diubah atau dikembangkan. Ia percaya bahwa kesenian harus terus berkembang dan berinovasi untuk tetap hidup dan menarik perhatian. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga akar budaya Betawi agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.
Visi ini menjadi landasan kuat bagi Oplet Robet dalam setiap karya dan pertunjukan yang mereka sajikan. Mereka bertekad menunjukkan bahwa budaya Betawi tidak identik dengan sesuatu yang kuno atau ketinggalan zaman. Sebaliknya, budaya ini mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan penonton masa kini yang semakin beragam.
Komunitas ini berupaya keras membuktikan bahwa pertunjukan Betawi bisa menjadi sesuatu yang spektakuler dan memukau. Bang Qubil bahkan memiliki mimpi besar untuk menciptakan pertunjukan Betawi yang bersifat "lima dimensi". Hal ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat secara menyeluruh tentang kesenian Betawi.
Ia berharap masyarakat akan melihat bahwa Betawi bisa berkembang dan mengikuti perkembangan zaman. Ini semua dilakukan tanpa melupakan kekayaan akar budayanya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Inovasi Konkret dan Rencana Pentas Tunggal
Salah satu contoh inovasi yang diusung Oplet Robet adalah pengemasan musik Gambang Kromong. Musik ini merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam pertunjukan Betawi. Bang Qubil menekankan bahwa Gambang Kromong harus tetap dipertahankan sebagai identitas. Meskipun demikian, musik ini dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih modern dan menarik.
Untuk mewujudkan visinya secara lebih masif, Oplet Robet telah merencanakan sebuah pentas tunggal. Acara prestisius ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang di Gedung Kesenian Jakarta. Pentas tersebut akan menampilkan konsep produksi yang jauh lebih matang dari sisi artistik maupun tata panggung yang megah.
Melalui pentas tunggal ini, Oplet Robet ingin menunjukkan potensi penuh kesenian Betawi yang dapat bersaing di panggung nasional. Bang Qubil berharap inovasi yang dilakukan komunitas seni ini dapat mendorong masyarakat luas. Terutama generasi muda, untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengapresiasi budaya Betawi yang kaya.
Ia ingin menghapus stigma "jadul" yang seringkali melekat pada kesenian Betawi. Bang Qubil menegaskan bahwa Betawi juga bisa berkembang dan mengikuti perkembangan zaman. Ini semua tetap dilakukan dengan tidak melupakan akar budayanya yang menjadi ciri khas dan kebanggaan.
Sumber: AntaraNews