Operasi pencarian AirAsia dihentikan, operasi Tim DVI no limits
"Namun sampai saat ini, Basarnas belum menyatakan berhenti," kata Budiyono.
Hari ini, Selasa (27/1), genap satu bulan tragedi AirAsia QZ8501 yang hilang kontak pada 28 Desember 2014 lalu. Informasinya, di hari ke-31 ini, TNI berencana menghentikan operasi pencarian jika di bandan pesawat yang ditemukan di sekitar Perairan Karimata, Kalimantan Tengah tidak banyak ditemukan jenazah penumpang.
Meski demikian, Tim Disaster Victim Identifikasi (DVI) Polda Jawa Timur mengaku tetap konsisten melakukan proses identifikasi hingga ke-155 penumpang plus tujuh awak pesawat berhasil ditemukan keseluruhan.
Memang, diakui Kabid Dokkes Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, Kombes Pol Budiyono, hingga hari ini, Tim DVI telah mengidentifikasi 55 jenazah dari 69 korban yang sudah ditanganinya. Rinciannya, 23 jenazah berjenis kelamin perempuan dan 22 jenazah laki-laki.
Dan sore ini pula, Tim DVI kembali mendapat kiriman satu lagi jenazah dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sehingga total jenazah yang dikirim ke Surabaya, genap 70 korban.
Ditegaskan Budiyono, operasi Tim DVI masih tetap berlanjut alias tak ada limit batas waktu. Katanya, selama masih ada jenazah korban AirAsia yang dikirim, Tim DVI tetap melakukan pemeriksaan, dan rekonsiliasi untuk menentukan identitas jenazah.
"Meski Tim Basarnas menghentikan (operasi search and rescue), operasi Tim DVI tetap berjalan. Misalkan masih ada salah satu jenazah yang dicurigai sebagai korban pesawat, apakah itu ditemukan nelayan atau siapapun, tetap akan dilakukan pemeriksaan. Operasi Tim DVI no limits," tegasnya di Mapolda Jawa Timur, Selasa (27/1).
Dia juga menegaskan, operasi Tim DVI tidak ada kaitannya dengan operasi pencarian yang dilakukan Tim Basarnas. Bahkan, meski pihak keluarga sudah tidak ada di Mapolda Jawa Timur, tim tetap bekerja.
Karena, lanjut Budiyono, pihak Polda Jawa Timur telah mengantongi contact person seluruh keluarga korban, dengan tujuan bisa dihubungi jika keluarganya ditemukan dan berhasil diidentifikasi.
"Namun sampai saat ini, Basarnas belum menyatakan berhenti dan di rumah sakit kita masih memiliki tanggungan 14 jenazah (plus satu tambahan jenazah yang datang sore ini) yang belum teridentifikasi," kata Budiyono yang juga Ketuam Tim DVI Polda Jawa Timur.
"Kalau pihak keluarga korban menganggap Posko Crisis Center di Polda Jatim sudah tidak efisien lagi dan ditiadakan dan atau pihak keluarga hanya menunggu di rumah atau di hotel, kita akan menyampaikan hasil identifikasi ke keluarga yang bersangkutan, karena kami kan sudah mempunyai contact personnya masing-masing," ujarnya.
Seperti diketahui, atas informasi penghentian operasi pencarian oleh pihak TNI, keluarga korban yang belum ditemukan, mengutus dua perwakilan ke Jakarta menemui Kepala Basarnas Pusat, dengan agenda membahas tindak lanjut pencarian.
Baca juga:
Pencarian AirAsia dihentikan, 2 perwakilan keluarga temui Basarnas
Jenazah korban AirAsia Prawira Harja dikenali dari tulang selangka
Keluarga relakan kepergian kepala pramugari AirAsia QZ8501
Jenazah pramugari AirAsia dimakamkan di TPU Desa Sariwangi Bandung
Jasad Djarot korban AirAsia dikenali dari tato bunga & jam Rolex
Tiba di Bandung, jasad Wanti disambut isak tangis pramugari AirAsia