Obat asma jadi bahan sabu, BNN awasi toko bahan kimia
Mereka berkaca dari sabu di Medan yang dioplos teofilin.
Badan Narkotika Nasional (BNN) mesti lebih ketat mengawasi peredaran bahan kimia dan obat, yang dapat menjadi bahan produksi narkotika. Pengawasan dilakukan karena para pembuat dan pengoplos narkoba membeli bahan baku di toko bahan kimia.
"Kalau alat-alat laboratorium ini kan banyak dijual di apotek. Toko bahan kimianya yang kita awasi," kata Direktur Prekusor dan Psikotropika (P2) BNN, Brigjen Anjan Pramuka Putra, di Medan, Jumat (1/4).
BNN mengungkap laboratorium pengoplos narkoba di rumah kosong di Jalan Arief Rahman Hakim, Gang Belanga Nomor 2, Sukarami I, Medan. Empat pelaku ditangkap dalam operasi itu. Mereka menggunakan teofilin buat mengoplos sabu. Pelaku mengaku mendapatkan zat buat obat asma itu dari toko bahan kimia.
Empat pelaku itu adalah Suhendra alias Hendra (41) sebagai penyandang dana, Budi Rohim Lubis alias Budi (42) merupakan koki pengoplosan sabu, Sutrisno alias Beh (39) penjaga rumah yang memberikan fasilitas, dan Utomo alias Tomo yang merupakan kurir atau pesuruh.
"Mereka mengaku baru dua bulan mengoperasikan laboratorium ini," ujar Anjan.
Dengan adanya temuan itu, Anjan berharap warga meningkatkan kewaspadaan di lingkungannya. "Kami berharap warga peduli. Jika ada yang mencurigakan seperti ini segera laporkan ke BNNP setempat," imbau Anjan.
Sementara itu, Kepala Lingkungan XII Kelurahan Sukarami I, Andi Kurniawan, mengaku tidak mengetahui aktivitas ilegal di rumah itu. Menurut dia, setelah terbakar sekitar tiga tahun lalu, tidak ada orang yang tinggal di sana.
"Setahu saya hanya jadi gudang dan tidak ada yang mencurigakan," kata Andi.
Andi mengaku mengenal dua pelaku merupakan warga setempat. "Si Budi dan Sutrisno. Rumahnya sekitar sini," tambah Andi.
Baca juga:
Rumah sisa kebakaran di Medan jadi laboratorium pengoplos sabu
4 Anggota DPRD Kepulauan Sula ditangkap polisi karena narkoba
Razia diskotek di Surabaya, tiga orang positif narkoba diamankan
Gerebek narkoba, polisi cicipi garam karena dikira sabu
Komplotan bandar sabu di Buleleng jadikan anak-anak sebagai kurir
BNNP Riau buang 3 Kg sabu dan ekstasi ke selokan