Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gerebek narkoba, polisi cicipi garam karena dikira sabu

Gerebek narkoba, polisi cicipi garam karena dikira sabu garam yang dikira sabu dan kamar pasangan kumpul kebo digeledah. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Ada kejadian menggelikan saat Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah (Jateng), merazia tempat kos di Kawasan Kecamatan Gayam Sari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (31/3).

Kejadian itu muncul saat beberapa petugas pertama kali menyasar sebuah kos mewah di Kawasan Kijang Selatan, Kecamatan Gayam Sari, Kota Semarang, dan melakukan penggeledahan satu persatu kamar kos mewah yang terlihat bebas penghuninya baik laki maupun perempuan berbaur menjadi satu.

Saat melakukan penggeledahan yang diduga di tempati seorang berprofesi perawat, awalnya ditemukan serbuk menyerupai sabu-sabu berada di sebuah tas kosmetik. Salah satu petugas yang menggeledah langsung berteriak.

"Nah! Ini yah ada bungkusan sabu saya temukan di kotak kosmetik. Tolong, pak petugas keamanan disaksikan ini saya temukan satu bungkus di sini," teriak petugas Ditresnarkoba Polda Jateng disela-sela razia.

Sontak, belasan pasang mata petugas reserse dan awak media yang ikut dalam razia tersebut tertuju pada bungkusan yang kira-kira jika ditimbang beratnya sekitar 5 gram yang awalnya diduga sabu-sabu itu.

"Wah! Lima gram itu kalau betul sabu," seloroh Agus Hermanto dari media televisi Indosiar ini.

Untuk memastikan bahwa bungkusan tas plastik bening dan menyerupai bubuk kristal pecah-pecah tak beraturan tersebut, akhirnya salah satu petugas memanggil petugas dari Dokumentasi dan Kesehatan (Dokes) Polda Jateng.

Setelah diteliti dan dibolak-balik nungkusan tersebut, ternyata bungkusan yang semula diduga adalah sabu-sabu seberat 5 gram itu adalah bumbu dapur yaitu garam jenis krasak.

"Ini garam ini pak. Wong berair, kalau sabu-sabu bukan kayaknya," ungkap petugas Dokes Polda Jateng tersebut.

Kurang puas dengan pernyataan dari petugas Dokes Polda Jateng, salah satu petugas Ditresnarkoba Polda Jateng nekad mencicipi barang berbentuk serbuk putih bening pecah tak beraturan tersebut.

"Asin! Garam ini, bukan sabu!" teriak salah seorang petugas usai menjilat sedikit serbuk putih tersebut.

Usai mendapatkan kepastian bahwa serbuk putih itu garam, satu persatu puluhan kamar yang berada di kos mewah itu diperiksa dan disisir. Dalam razia di kos itu, petugas juga mendapati sepasang kekasih yang tinggal bersama di kamar kos meski belum resmi menikah alias pasangan kumpul kebo tersebut.

Akhirnya, razia pun dilanjutkan dengan mendatangi dua tempat kos lainnya dan mendapatkan dua wanita cantik yang positif mengonsumsi narkoba jenis sabu seperti yang diberitakan sebelumnya.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Jateng AKBP Sunarto usai razia saat dikonfirmasi wartawan menyatakan bahwa kegiatan razia kos mewah itu sebagai upaya dari kepolisian untuk mencegah penggunaan narkoba di kos mewah tersebut.

"Sekarang dari analisa intelejen kos-kos mewah itu sering disalah gunakan untuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Termasuk BNN, dari data intel kita olah," pungkasnya pendek.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP