LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Novel Baswedan Menjawab Isu Tuduhan Taliban dan Pemecatan Satpam KPK

Novel mengaku tidak ambil pusing soal isu tersebut.

2021-10-15 17:01:53
Novel Baswedan
Advertisement

Mantan Kasatgas Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bicara soal tuduhan dirinya dan kawan-kawan disebut Taliban. Novel membicarakannya di akun Youtube miliknya.

Menurut Novel, isu taliban sengaja dimunculkan untuk memojokkannya bersama dengan kawan-kawan lainnya. Isu taliban dimunculkan oleh mereka yang memiliki kepentingan di lembaga antirasuah.

"Koruptor mengatakan saya dan kawan-kawan Taliban. Itu karena kami adalah orang-orang yang punya integritas, punya dedikasi, jujur dan enggak bisa dipengaruhi," ujar Novel dalam akun Youtubenya, Jumat (5/10/2021).

Advertisement

Novel juga berbicara soal pegawai yang bertugas sebagai keamanan gedung memotret bendera mirip Hizbut Tahrir Indonesia. Diketahui bendera tersebut berada di meja salah satu jaksa penuntut umum pada KPK.

Jaksa tersebut notabene sudah menjadi aparatur sipil negara sejak awal.

Isu taliban diarahkan kepada Novel dan kawan-kawan yang kini dipecat pimpinan lembaga antirasuah melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai menjadi ASN.

Advertisement

Padahal, kata dia, di antara 57 pegawai KPK yang dipecat tak semuanya beragama Islam. Beberapa di antaranya ada Hotman Tambunan, Andre Deddy Nainggolan, Juliandi Tigor Simanjuntak, dan Riswien Rachwell.

"Ini kan orang-orang yang bener-bener. Jadi, ya, percuma mau diomongin, percuma, orang itu punya motif, punya kepentingan," kata Novel.

Dia pun mengaku tidak tahu siapa yang berada di belakang orang-orang yang menyematkan predikat Taliban kepada dirinya dan rekan-rekan yang dipecat. Dia menyebut tak mungkin untuk menyelisik hal tersebut.

"Ya enggak tahu siapa yang menitipkan motif ke dia, kan enggak mungkin juga kita mau usut," kata dia.

Meski demikian, Novel mengaku tidak ambil pusing soal isu tersebut. Menurutnya, jika isu tersebut dia pikirkan hanya akan membuat senang para koruptor.

"Itu cukup enggak peduli mau diomongin apa. Kalau kita dengarkan omongan itu, kita akan lelah urusin mereka," katanya.

Baca juga:
Cerita Eks Petinggi KPK Berniat Terjun ke Politik dan Wacana Mendirikan Parpol
Mau Bikin Partai, Eks Pegawai KPK Segera Temui Ketum Parpol
Niat Eks Pegawai KPK Dirikan Parpol Dapat Dukungan IM57+ Institute Buatan Novel Cs
Eks Pegawai KPK Niat Dirikan Partai, PDIP Sebut Butuh Proses Panjang dan Tak Mudah
Eks Pegawai KPK Jajal Nasib di Politik
Diajak Gabung Demokrat, Eks Pegawai KPK Masih Matangkan Pembentukan Partai Baru

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.