Ngaku polisi bisa loloskan calon Bintara, pria ini tipu korban ratusan juta
Kepada polisi, Babe mengaku telah menjalankan aksi penipuan berkedok bisa meloloskan menjadi anggota polisi sejak 2011 silam hingga saat ini. "Korban diperdaya tersangka dengan uang mahar paling sedikit Rp 150 juta. Tersangka mengaku pernah meminta uang sebesar Rp 300 juta."
Naspianto alias Babe, kini berakhir di penjara akibat perbuatannya selama ini menipu masyarakat yang ingin menjadi anggota bintara Polri di Pekanbaru. Polsek Pekanbaru Kota meringkus pria paruh baya ini atas laporan warga yang sudah menyetorkan uang ratusan juta, namun tak kunjung lolos sebagai anggota polisi.
Kapolsek Pekanbaru Kota, Kompol Hanafi, mengatakan Babe mengaku bisa meloloskan masyarakat untuk menjadi Bintara Polri dengan modus memintai uang hingga ratusan juta rupiah sebagai pelicin.
"Ada warga yang membuat laporan, korban telah menyetor uang sebesar Rp150 juta untuk lolos menjadi anggota Polri beberapa waktu lalu," ujar Hanafi, Kamis (22/3).
Hanafi menegaskan, Polri tidak pernah memungut biaya dalam penerimaan anggota. Mendapati laporan tersebut petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan.
Tidak butuh waktu lama, Kanit Reskrim Polsek Pekanbaru Kota yang terus berkoordinasi dengan korban berhasil memancing pria paruh baya tersebut di sebuah lokasi warung makan di Kecamatan Rumbai.
"Petugas memancing tersangka dengan menawarkan ada masyarakat yang ingin menjadi polisi dan membutuhkan bantuan dia serta bersedia menyerahkan uang. Lalu dibuatlah kesepakatan untuk bertemu," kata Hanafi.
Pelaku terpancing karena mendengar bakal dikasih uang ratusan juta seperti yang telah dilakukannya selama ini. Mereka menyepakati pertemuan awal pekan ini. Untuk memastikan Babe merupakan orang yang sedang dicari. Kompol Hanafi meminta korban untuk ikut serta pertemuan itu.
Saat pelaku datang dan korban membenarkan bahwa Babe adalah orang yang dilaporkannya itu. Tak ingin lama-lama menunggu dan khawatir buruannya kabur, polisi langsung meringkus Babe.
"Petugas menangkap pelaku dan memintanya untuk tidak melawan, kemudian dibawa ke Mapolsek untuk pemeriksaan," terang Hanafi.
Kepada polisi, Babe mengaku telah menjalankan aksi penipuan berkedok bisa meloloskan menjadi anggota polisi sejak 2011 silam hingga saat ini. Aksinya itu tidak hanya dilakukan di Pekanbaru, melainkan sejumlah daerah di Riau seperti Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
Para orangtua dan pemuda yang ingin menjadi polisi tertipu dengan bujuk rayu dan hasutan Babe selama ini. Namun, tidak semua korbannya yang melaporkan Babe ke kepolisian.
"Korban diperdaya tersangka dengan uang mahar paling sedikit Rp 150 juta. Tersangka mengaku pernah meminta uang sebesar Rp 300 juta dengan janji bisa meloloskan calon Bintara Polwan, tapi tidak lulus," ucapnya.
Dalam menjalankan aksinya, tersangka tidak mengaku sebagai anggota polisi. Tersangka yang merupakan mantan sopir truk itu hanya berlagak seolah mengenal petinggi Polri dan bisa meloloskan calon Bintara.
"Kita terus mendalami kasus tersebut karena diduga cukup banyak korban yang hingga kini belum melapor ke kepolisian. Masyarakat jangan terpedaya dengan bujuk rayu menyerahkan uang untuk bisa lolos menjadi anggota Polri. Karena penerimaan Polri dilakukan secara transparan dan gratis," jelasnya.
Baca juga:
Pakai identitas polisi, pria di Sidrap fitnah salah satu calon bupati
3 Pria berlagak polisi aniaya dan ancam 2 pelajar pakai airsoft gun
Modus bisa luluskan jadi PNS, polisi gadungan dibekuk polisi
Polisi gadungan pemeras pengusaha dibekuk di Apartemen Kalibata City
Polisi gadungan peras dan perkosa korban hingga 39 kali
Modus cek penggunaan anggaran desa, polisi gadungan tipu 12 kades di Aceh
Demi Rp 2 juta, Brimob gadungan ancam sebar foto porno mahasiswi di Yogyakarta