Ngaku cari anak angkat, pria bermobil bawa lari ABG 14 tahun
Sang ibu terus meratapi kehilangan anaknya.
Bayinah, remaja putri anak dari pasangan Eman dan Neni, warga Kampung Lembang Rt 12/05, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Purwakarta, Jawa Barat diduga menjadi korban penculikan oleh seorang pria yang baru dikenalnya. Gadis berusia 14 tahun dan duduk di bangku kelas 2 Madrasah Tsanawiyah itu hilang sejak Jumat (12/8) lalu.
âªKronologis hilangnya Bayinah terjadi setelah kedatangan seorang pria ke kampung itu dan mengaku bernama Iwan, warga Bandung yang sedang mencari anak perempuan untuk dijadikan anak angkat. Pria tersebut oleh salah seorang warga kemudian dikenalkan pada korban dan keluarganya.
"Awalnya dia datang ke sini, minta tolong dicarikan seorang anak perempuan yang umurnya antara 13 tahun sampai 15 tahun. Dengan alasan akan dijadikan anak angkat, untuk kepentingan bisnis. Karena merasa anak tetangga sesuai dengan keriteria yang di inginkan Iwan, saya langsung meminta izin pada Eman orangtua korban, hingga diberikan izin," kata tetangga korban, Parman. Kamis(18/8).â¬
Oleh pria tersebut Bayinah kemudian dibawa dari rumah orangtuanya dengan didampingi Suparman dan keluarga, namun diakui Parman, setibanya di daerah Plered. Dia kemudian diminta turun oleh pria itu dari mobil dan disuruh menunggu di warung sate.
"Silakan makan sepuasnya kang, nanti saya bayar, saya ke salon dulu sebentar bersama Bayinah untuk make over biar tidak memalukan," ujar Suparman menirukan ucapan pria tersebut.
Namun setelah menunggu lebih dari 3 jam, Bayinah dan lelaki tersebut tidak kunjung kembali. Bahkan Suparman kebingungan mengingat saat itu waktu sudah menunjukan pukul 12 malam.
"Karena merasa bingung dan panik saya langsung menghubungi orangtua Bayinah dan aparat desa, untuk melapor ke Polisi," jelas Suparman,
Sedangkan orangtua korban, Eman. Sebelum kejadian dia tidak menaruh curiga, apalagi anak keduanya itu berangkat bersama Parman tetangganya.
"Parman bilangnya ke saya mau diajak makan langsung ya saya diizinkan, karena Suparman itu selain tetangga juga sahabat saya, dia juga ngomong enggak usah takut karena Suparman juga ikut berangkat sama keluarganya, Karena itu saya izinkan," ujar Eman.
Namun sejak kejadian hingga saat ini, Bayinah belum kunjung pulang. Kondisi itu membuat keluarga terpukul. Ibu korban terus menerus menangis sambil meratapi anaknya.
"Mudah-mudahan 'murangkalih sing anterkeun deui ka dieu, sing enggal-enggal dongkap. Ieu teh murangkalih nuju sakola ka tinggalan mereun pelajaran budak teh, khawatir pisan' (mudah-mudahan cepat diantarkan, segera pulang. Anak saya juga sedang sekolah nanti pelajarannya ketinggalan. Dia masih polos dan tidak pernah kemana-mana)," kata Ibu korban, Neni.
Keluarga berharap anak gadisnya segera pulang dan dalam keadaan selamat. Keluarga juga Khawatir jika Bayinah menjadi korban kasus kriminal. Oleh keluarga kasus yang menimpa anaknya tersebut telah dilaporkan ke Polsek Bojong Purwakarta.
Baca juga:
Anak bandar narkoba terkuat sedunia diculik kartel musuh
Diduga bawa kabur sang pacar, Rendi dipolisikan calon mertua
DPR sebut patroli bersama di wilayah perbatasan masih tahap wacana
Kemlu benarkan penculikan kapten kapal WNI di laut Malaysia
Kapten kapal WNI diculik di Malaysia, polisi tak yakin Abu Sayyaf