Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR sebut patroli bersama di wilayah perbatasan masih tahap wacana

DPR sebut patroli bersama di wilayah perbatasan masih tahap wacana TB Hasanuddin. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus penculikan WNI kembali terjadi. Teranyar, seorang WNI diculik di wilayah Kinabatangan, Sabah, Malaysia, berdekatan dengan wilayah perbatasan laut Filipina pada Rabu (3/8) lalu. Namun, hingga saat ini, belum diketahui aktor atau pun motif di balik aksi penculikan itu.

Menanggapi masalah ini, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan pemerintah harus mempercepat patroli bersama negara-negara di daerah rawan penculikan.

Sebetulnya, jelas dia, sudah ada rencana patroli bersama antara Indonesia dengan Malaysia dan Filipina untuk mengantisipasi aksi penculikan. Namun, menurutnya, rencana itu baru sebatas kebijakan.

"Belum jalan karena baru tingkat kebijakan saja sementara strategi di lapangan kan belum," kata Hasanuddin saat dihubungi, Jakarta, Senin (8/8).

Meski begitu, diakuinya, proses patroli bersama sulit dilakukan karena membutuhkan prosedur dan mekanisme. Dia menjelaskan sebelum dilaksanakan di tingkat panglima militer ketiga negara, para menteri pertahanan ketiga negara harus lapor terlebih dahulu ke presiden.

"Tidak mudah, butuh waktu. Belum sampai pada unit pelaksana apakah itu di AL atau di panglima. Sesudah itu dijabarkan lagi prosedurnya dilaporkan ke presiden masing-masing," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, seorang Warga Negara Indonesia kembali diculik di perairan perbatasan Malaysia-Filipina. Kali ini yang mengalaminya adalah Harman Mangga (30), kapten kapal ikan yang sedang berlayar di Perairan Kinabatangan. Penculik menuntut tebusan 10 ribu Ringgit Malaysia (setara Rp 32.4 juta) untuk pembebasan Harman.

(mdk/sho)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP