Nenek Alvaro Minta Seluruh Keluarga Harus Diperiksa Atas Meninggalnya Cucu Kesayangan
Nenek Alvaro mendesak polisi memeriksa keluarga ayah tiri korban. Ia menduga ada pihak lain membantu menyembunyikan jasad bocah yang hilang 8 bulan.
Alvaro Kiano Nugroho (6) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dinyatakan hilang selama delapan bulan.
Nenek korban, Sayem (53), mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan menduga adanya keterlibatan pihak lain selain Alex, yang merupakan ayah tiri korban.
Sayem meminta agar beberapa anggota keluarga Alex ikut diperiksa karena diduga turut membantu dalam proses penyembunyian jasad cucunya.
"Ya pasti segala keluarga, dia bisa terlibat lagi. Soalnya kan dia udah tahu. Nitip mayat kok mau? Gitu kan? Kalau orang lain kan enggak bakalan mau ya. Kalau memang kakaknya baik apa gini, gitu kan. Pasti dia jawab enggak mau kan. Nah itu kan mau," kata Sayem saat ditemui, Senin (24/11/2025).
Alex Minta Bantuan Orang Lain
Menurut keterangan Sayem, setelah Alvaro meninggal dunia akibat diduga disekap dengan menyumpal mulutnya, Alex meminta bantuan orang lain untuk membawa jasad korban ke rumah adiknya di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Jasad Alvaro saat itu disebut sudah dibungkus plastik dan dititipkan di rumah keluarga pelaku.
"Iya gitu terus dibuang di kali itu nyuruh orang lagi. Terus disitu tuh diikat di pohon. Jadi kan nggak nganyut, jadi kalo nggak diikat mungkin itu udah nganyut," ujar Sayem.
Keberadaan jasad Alvaro di lokasi tersebut sempat menimbulkan bau menyengat selama berbulan-bulan. Warga sekitar bahkan awalnya menduga bau itu berasal dari bangkai hewan.
Sayem menyebut, adik Alex yang tinggal di sekitar lokasi turut menutupi peristiwa itu dengan menjelaskan bahwa bau menyengat berasal dari bangkai anjing.
"Iya adeknya si Alex bilang ‘itumah bangke anjing’. Iya jadi keluarganya terlibat semua," tandasnya.
Pernyataan tersebut memperkuat dugaan keluarga korban bahwa ada lebih dari satu pihak yang mengetahui atau terlibat dalam upaya menyembunyikan jasad Alvaro setelah kejadian tersebut.