LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Nadiem: Kebutuhan PTM Sangat Besar dan Ini Harus Dimengerti

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyadari betapa pentingnya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah. Sebab belajar jarak jauh telah membuat memudarnya capaian belajar (learning loss) dan memburuknya kesehatan psikis anak-anak.

2021-09-29 14:22:24
Belajar Tatap Muka
Advertisement

Satu lebih kegiatan belajar mengajar harus berlangsung jarak jauh akibat pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air. Cukup banyak pandangan menilai dampak ketertinggalan pelajaran para pelajar.

Itu sebabnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyadari betapa pentingnya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah. Sebab belajar jarak jauh telah membuat memudarnya capaian belajar (learning loss) dan memburuknya kesehatan psikis anak-anak.

"(Anak-anak) Kemungkinan besar kehilangan antara 0,8 sampai 1,2 tahun pembelajaran. Jadi seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun pembelajaran di masa ini," ungkap Nadiem dalam keterangan tulis, Rabu (29/9).

Advertisement

Dilanjutkan Nadiem, banyak anak-anak terdampak kesehatan jiwanya akibat pandemi. "Banyak anak-anak kita yang kesepian dan trauma dengan situasi ini. Begitu juga dengan orang tuanya," katanya.

Sejak 2020, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus melakukan advokasi ke berbagai daerah yang telah dapat menggelar PTM terbatas untuk segera menyelenggarakan dengan persiapan yang matang dan sistem pengendalian yang baik.

"Sudah 40 persen sekolah mulai tatap muka terbatas, tapi ini angkanya masih kecil. Kalau tidak mau makin ketinggalan, kita harus tatap muka dengan protokol kesehatan teraman yang bisa dilakukan," jelas Nadiem.

Advertisement

Sekolah wajib memahami dan menaati panduan PTM Terbatas di dalam Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Kita harus terus waspada akan penyebaran Covid-19 dan memastikan protokol kesehatan tetap terjaga. Namun, kita juga harus memperhatikan dampak permanen PJJ yang mengkhawatirkan," ujarnya.

"Kebutuhan PTM sangat besar dan ini harus dimengerti. Sebanyak 80-85 persen murid-murid ingin kembali ke sekolah kembali tatap muka," tegas Nadiem.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Awasi Uji Coba PTM, Pemkot Bogor Bentuk Satgas Covid-19 Sekolah
Santri Pesantren di Garut Vaksinasi Covid agar Segera PTM
Tips Sekolah Tatap Muka saat Pandemi Covid-19 dari Ikatan Dokter Anak Indonesia
PTM di Medan Dimulai Pekan Depan, Pemkot Genjot Vaksinasi Pelajar SMP
Soal PTM, Dokter Anak Singgung Ketersediaan Fasilitas Tes PCR di Daerah

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.