Tips Sekolah Tatap Muka saat Pandemi Covid-19 dari Ikatan Dokter Anak Indonesia
Merdeka.com - Pandemi COVID-19 yang membatasi mobilitas masyarakat termasuk di sektor pendidikan, kini mulai melaksanakan pembukaan sekolah tatap muka. Dalam hal ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUDdikdasmen) di Masa Pandemi COVID-19.
Meski bukan perkara mudah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara langsung saat pandemi, namun dalam praktiknya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan beberapa pertimbangan ketika melakukan sekolah tatap muka, seperti dilansir dari Fimela.com. Diantaranya:1. Persyaratan untuk dibukanya kembali sekolah antara lain terkendalinya transmisi lokal yang ditandai dengan positivity rate
Dan berikut adalah panduan bagi pihak penyelenggara, orangtua, dan evaluator:
1. Semua guru dan pengurus sekolah yang berhubungan dengan anak dan orangtua/pengasuh harus sudah divaksin.2. Buat kelompok belajar kecil agar contact tracing dapat dilakukan secara efisien.3. Melatih menggunakan masker yang benar4. Jam masuk dan pulang dilakukan bertahap untuk menghindari penumpukan siswa/i.5. Penjagaan gerbang dan pengawasan yang disiplin untuk menghindari kerumunan di gerbang sekolah.6. Jika menggunakan kendaraan antar jemput: gunakan masker, jaga jarak dan membuka jendela mobil.7. Buka semua jendela kelas, gunakan area outdoor jika memungkinkan. Dalam ruangan direkomendasikan menggunakan High Effiviency Particulate Air filter.8. Membuat pemetaan risiko mengenai adakah siswa, orangtua dengan komorbid, tinggal bersama lansia, serta mengetahui kondisi kesehatan. Anak dengan komorbiditas atau penyakit kronik sebaiknya tetap sekolah daring.9. Idealnya sebelum membuka sekolah, semua anak maupun guru dan petugas sekolah melakukan swab secara berkala.10. Jika ada anak atau guru hingga petugas sekolah yang masuk dalam kriteria suspek, harus bersedia melakukan swab.11. Sekolah dan tim UKS sudah menyiapkan alur mitigasi jika ada warga sekolah yang sakit. Bila terbukti ada murid dengan gejala COVID-19 maka orangtua harus mau anaknya diperiksa dan melakukan isolasi. Bila terbukti ada anak positif maka sekolah harus menghentikan proses belajar tatap muka serta melakukan tracing.12. Melatih anak untuk tidak memegang mata, hidung, dan mulut tanpa mencuci tangan. Tidak bertukar alat minum dan makan serta alat pribadi lainnya. Mengetahui etika batuk dan bersin. Mengetahui gejala COVID-19 dan melapor jika di rumah ada yang sakit, dan melakukan stigmatisasi terhadap teman yang positif COVID-19.13. Dukungan mental orangtua dan murid: memperbolehkan anak ingin sekolah daring atau tatap muka, memastikan penjagaan khusus untuk anak berisiko tinggi, memerhatikan kesehatan mental anak, dan jika anak sakit atau memerlukan isolasi, sekolah tetap menekankan pentingnya tetap di rumah tanpa mengkhawatirkan nilai.
Fimela.com/Anisha Saktian Putri
(mdk/ttm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya