LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Muslimah HTI: Negara miskin aksi atasi kabut asap

Tokoh perempuan dan kaum ibu menuntut pemerintah segera mengatasi kabut asap yang telah menimbulkan banyak korban.

2015-10-17 14:11:02
Kabut Asap
Advertisement

Kabut Asap yang menimpa Sumatera, Kalimantan dan sekitarnya telah memakan korban. Dukungan untuk menuntaskan kasus tersebut juga terus bermunculan. Yang terbaru, para tokoh perempuan dan kaum Ibu mengirimkan sebuah petisi kepada pemerintah.

"Menyadari hak kami sebagai bagian internal masyarakat Indonesia, tokoh-tokoh perempuan dan ibu-ibu generasi menuntut negara bertanggung jawab penuh dalam segenap upaya untuk mengakhiri bencana kabut asap yang terus terjadi dan mengakibatkan nestapa berkepanjangan khususnya bagi kaum perempuan dan anak," demikian isi petisi yang dibacakan dalam diskusi 'Nestapa Perempuan dan Anak Akibat Kabut Asap Kembali Negara Berlepas Tangan' di Hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta. Sabtu (17/10).

Koordinator Lajnah Mashlahiyyah DPP Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI), Rini Syafri, menyayangkan minimnya aksi pemerintah dalan penanganan kabut asap.

"Negara masih miskin aksi dan lamban aksi yang efektif dalam menangani kabut asap," ujarnya.

Dia menyebut jika negara hadir secara salah karena tata kelola lahan gambut yang neoliberal. Dia berharap negara bisa lebih mampu mengelola lahan gambut secara baik. "Negara harus hadir secara utuh di dalam pemanfaatan dan pengelolaan lahan gambut," tegasnya.

Sementara Koordinator Lajnah Siyasi DPP MHTI, Pratma Julia Sunjandari, mengatakan jika negara tetangga juga sebenarnya ikut andil dalam bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

"Negara tetangga, mereka juga aktor terbakarnya lahan kelapa sawit, mereka seperti lempar batu sembunyi tangan," ujarnya di Hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta, Sabtu (17/10).

Diharapkan, hutan dan lahan gambut di Indonesia kembali berfungsi sebagai penyeimbang iklim, paru-paru dan pembawa kesejahteraan bagi Indonesia bahkan dunia.

Baca juga:
Soal kabut asap, Iwan Fals minta tak hanya Presiden yang blusukan
Kebakaran hutan di Indonesia dituding memperparah pemanasan global
Jokowi dikritik terkait asap Riau, ini pendapat Dewi Sandra
Derita warga Palangkaraya terkepung asap pekat
Pemerintah sangkal lamban tangani asap, berdalih tak punya teknologi
Kabut asap Palangkaraya makin tebal, pemerintah didesak cari solusi

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.