Kebakaran hutan di Indonesia dituding memperparah pemanasan global
Merdeka.com - Para ahli mengatakan kebakaran hutan di Indonesia, tepatnya di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan tanda fenomena El Nino yang kian meluas. Kondisi ini bisa mempengaruhi keseluruhan lapisan atmosfer bumi.
Menurut Weather Underground, lembaga penyedia layanan kondisi cuaca via Internet, kebakaran hutan di Indonesia yang asapnya menyelimuti kawasan Sumatera, Kalimantan, hingga Malaysia, dan Singapura diperkirakan telah menyebabkan kerugian senilai Rp 188 triliun. Jutaan warga menderita dan 120 ribu orang harus dirawat karena terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Tahun ini saja sudah terjadi 94.192 titik api kebakaran di Indonesia. Emisi yang dihasilkan dari kebakaran itu sudah lebih dari cukup untuk memberi dampak pada pemanasan global.
Koran the Washington Post melaporkan, Kamis (15/10), Peneliti dari VU University Amsterdam di Belanda, Guido van der Werf, mengatakan kebakaran hutan di Indonesia diperkirakan menghasilkan 995 juta metrik ton karbondioksida. Demikian yang tercatat pada data yang dimiliki van der Werf pada tiga hari lalu.
Angka emisi ternyata lebih buruk ketimbang kebakaran hutan pada saat 2006 dan tahun terparah 1997.
"Di Indonesia kebakaran terjadi pada lahan gambut yang sudah mengendap selama lebih dari ribuan tahun. Jadi emisi yang dihasilkan sama seperti bahan bakar dari minyak bumi yang berasal dari fosil," kata van der Werf. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya