Musa Yare, Tokoh Adat Yalimo, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Tak Terprovokasi Isu Liar
Tokoh Adat Yalimo, Musa Yare, menyerukan masyarakat untuk tidak terprovokasi isu tak bertanggung jawab dan menjaga kamtibmas pasca-peristiwa yang merugikan. Mampukah seruan ini meredam ketegangan?
Tokoh Adat Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Musa Yare, baru-baru ini menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Seruan ini disampaikan di Wamena pada Selasa, 16 September, sebagai respons terhadap peristiwa yang dinilai telah menimbulkan kerugian besar di wilayah tersebut.
Musa Yare secara tegas meminta warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi memperkeruh suasana. Ia menyoroti keprihatinan mendalam atas dampak materiil dan sosial yang ditimbulkan oleh insiden di Kabupaten Yalimo. Harapannya, kejadian serupa tidak akan menyebar ke kabupaten lain di Papua Pegunungan.
Pernyataan ini muncul setelah serangkaian peristiwa yang sangat disayangkan terjadi di Kabupaten Yalimo. Sebagai tokoh adat dan kepala suku, Musa Yare berharap situasi di Yalimo dapat segera membaik dan kondusifitas dapat kembali terjaga demi masa depan wilayah tersebut.
Pentingnya Kerjasama dan Menahan Diri
Dalam kesempatan tersebut, Musa Yare mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi aktif dengan aparat keamanan, baik dari TNI maupun Polri, serta pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk menciptakan kembali suasana yang aman dan damai di Kabupaten Yalimo. Ia menekankan bahwa perdamaian dan persatuan adalah pondasi utama dalam membangun Papua yang lebih baik.
Secara khusus, Musa Yare juga meminta kepada warga Yalimo yang berada di Kabupaten Jayawijaya untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari kejadian yang telah berlalu. Ia mengingatkan pentingnya menahan diri dan tidak terpengaruh oleh provokasi maupun isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Tindakan tersebut hanya akan memperkeruh keadaan dan menghambat proses pemulihan.
Menurutnya, setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial. Dengan tidak menyebarkan atau mempercayai informasi yang belum terverifikasi, masyarakat dapat berkontribusi langsung pada upaya menjaga kamtibmas. Ini adalah langkah konkret menuju pemulihan dan pembangunan berkelanjutan di Papua Pegunungan.
Mengedepankan Dialog untuk Solusi Damai
Musa Yare berharap semua pihak dapat mengedepankan dialog dan pendekatan yang damai dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul di tanah Papua. Pendekatan ini dianggap lebih efektif dan konstruktif dibandingkan dengan tindakan yang bersifat provokatif. Dialog terbuka dapat membuka ruang untuk pemahaman dan solusi yang berkelanjutan.
Pendekatan damai ini tidak hanya berlaku untuk isu-isu besar, tetapi juga untuk konflik-konflik kecil yang berpotensi membesar. Dengan adanya komunikasi yang baik antarwarga, antar suku, dan antara masyarakat dengan pemerintah, diharapkan permasalahan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kerugian lebih lanjut. Ini adalah cerminan dari kearifan lokal yang harus terus dijaga.
Seruan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat Papua, khususnya di wilayah Papua Pegunungan, tentang nilai-nilai kebersamaan dan persatuan. Tokoh Adat Yalimo ini berharap agar pesan perdamaian dapat diterima dan diimplementasikan secara luas, demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan sejahtera bagi semua.
Sumber: AntaraNews