Mulai dari Jabar, Menteri Ferry luncurkan layanan pertanahan online
Selain mempermudah, layanan online juga dinilai sebagai upaya meminimalisir kolusi dan nepotisme.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan meresmikan layanan pertanahan online yang bakal diterapkan di seluruh daerah Jawa Barat. Usai Jabar, Ferry mendorong penerapan sistem online juga secara nasional.
"Layanan online ini untuk memastikan kemudahan masyarakat dalam mengurus sertifikasi tanah," kata Ferry saat peluncuran pertanahan online di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jabar, Bandung, Minggu (5/7).
Dipilihnya Jabar sebagai daerah pertama lantaran secara teknologi sudah mendukung penerapan online. Artinya masyarakat bisa dengan mudah dan cepat mendaftarkan sertifikat tanah miliknya hanya lewat perangkat teknologi.
"Provinsi dimulai dari Jabar dulu. Beberapa kantor sudah memulai. Ini kan nanti tinggal kita connect-kan saja," ungkapnya.
Politikus NasDem ini mengilustrasikan warga Jabar yang ingin mengetahui status kepemilikan tanah atau mendaftarkan sertifikasi tanah, bisa dilakukan di mana dan kapan saja.
"Paling tidak misalnya ketika ada di Jabar, ketika orang dari Ciamis dia bisa urus bisa cek segala sesuatunya ketika dia sedang berada misalnya di Garut atau Bekasi, bisa dengan sistem ini," ujarnya.
Dia berharap, selain teknologi yang bisa menyimpan database secara online dibarengi juga dengan kesiapan dan komitmen SDM serta seluruh petugas BPN.
"Tentunya harus ada kesungguhan dalam melayani, harus memiliki jiwa melayani. Kalau tidak ada jiwa melayani, maka sistem yang canggih akan tetap teronggok," katanya.
Sistem layanan online dalam pelayanan pertanahan diyakini dalam memperkuat sistem database. Dengan demikian, bagi masyarakat yang ingin mengurus surat-surat pertanahan benar-benar dapat dimudahkan.
"Pelayanan online ini bisa menjadi bukti kesungguhan dan kesiapan kita. Ke depan tantangannya adalah masyarakat bisa mengurus dari jarak jauh secara online," jelasnya.
Kepala Kanwil BPN Jabar Syafriman meyakini dengan layanan online akan dapat mengurangi antrean loket. Cara ini juga akan mengurangi kontak langsung dengan petugas.
"Selain mempermudah, upaya meminimalisir kolusi dan nepotisme," katanya.
Baca juga:
'Hukum' pengusaha, pemerintah ambil alih lahan hutan yang terbakar
Menteri Ferry: Ada tidaknya aturan, menteri wajib lapor Presiden
Menteri Ferry ajukan anggaran Rp 1 triliun untuk reformasi agraria
Twitter Ferry Mursyidan Baldan dibajak dan menulis kata 'bokep'