Momen Didit Selfie Bareng Megawati, SBY, dan Jokowi Saat Lebaran
Didit Hediprasetyo menyita perhatian lantaran melakukan swafoto dengan tiga Presiden RI terdahulu dan diunggah di instagram story pribadinya.
Putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo menyita perhatian lantaran melakukan swafoto dengan tiga Presiden RI terdahulu dan diunggah di instagram story pribadinya. Didit melakukan ini saat momen hari raya Idulfitri pada Senin (31/3) kemarin.
Pertama, Didit bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara open house Gelar Griya di Istana Kepresidenan Jakarta.
Didit sempat mengajak selfie SBY dalam acara itu. SBY tampak memakai batik biru, sedangkan Didit menggunakan koko cream disertai peci.
Setelah dari Istana, putra semata wayang Prabowo itu silaturahmi ke rumah Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dalam unggahan di story Instagramnya,
Didit membagikan momen swafoto dengan Megawati. Didit terlihat mengenakan kemeja berwarna cream dan peci hitam. Sedangkan, Megawati menggunakan pakaian dengan motif warna merah.
Didit juga membagikan foto lainnya dengan Puan Maharani dan putrinya, Pinka Haprani. Dalam foto ini, Didit duduk di kursi bersebelahan dengan Megawati. Puan dan Pinka berada di belakangnya.
Setelah itu, Didit bertolak ke Solo untuk halabihalal ke rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Didit melakukan pertemuan tertutup selama 40 menit.
Dalam kesempatan itu, Didit membagikan momen ketika bertemu Jokowi. Dia sempat selfie dengan Jokowi bersama Iriana. Didit tampak memakai batik berwarna biru. Sedangkan, Jokowi dan Iriana kompak memakai setelan putih.
Makna Silaturahmi Didit ke Megawati dan Jokowi
Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad menilai, Kunjungan Didit ke dua tokoh itu bukan tanpa alasan. Maknanya, Prabowo membawa pesan bahwa ingin menjaga hubungan baik Prabowo dengan Jokowi dan Megawati.
"Kunjungan itu bisa dibaca pertama-tama sebagai upaya keluarga Prabowo untuk menjaga hubungan baik dengan Megawati dan Jokowi," kata Saidiman lewat pesan singkat, Selasa (1/4).
Saidiman mengatakan, selama ini Prabowo memang mendorong bersatunya semua elite dan kekuatan politik di bawah pemerintahannya.
"Prabowo ingin tidak muncul kekuatan politik besar yang bisa beroposisi," ucapnya.
Terlebih, dia menilai, saat ini muncul sentimen negatif terhadap pemerintahan Prabowo dari kalangan terpelajar. Maka dari itu, Saidiman menilai, Prabowo ingin hubungannya dengan tokoh politik tetap terjalin baik.
"Apalagi di tengah munculnya sentimen negatif di kalangan warga terpelajar pada sejumlah kebijakan pemerintah," pungkasnya.