Misteri Percikan Api: Bus Royal Trans Terbakar Hebat di Tol Kelapa Gading, Kerugian Capai Rp2 Miliar!
Sebuah Bus Royal Trans terbakar hebat di Tol Kelapa Gading, Jakarta Utara, memicu kerugian fantastis. Bagaimana percikan api ini bisa terjadi dan apa dampaknya?
Sebuah insiden kebakaran melanda bus Royal Trans saat melintas di ruas Tol dalam kota KM 11 arah Cawang, tepatnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam, 14 Oktober, sekitar pukul 23.24 WIB, memicu kepanikan namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara segera merespons laporan tersebut. Tim pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan intensif terhadap api yang melalap kendaraan umum tersebut.
Meskipun api sempat membesar, petugas berhasil menguasai situasi dan memadamkan kobaran api. Insiden ini diduga kuat berasal dari percikan api pada bagian mesin bus, menyebabkan kerugian material yang signifikan.
Kronologi Terbakarnya Bus Royal Trans
Informasi mengenai kebakaran bus Royal Trans ini diterima oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada pukul 23.24 WIB. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengerahan personel dan peralatan.
Kasiops Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menyatakan bahwa tim langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian. Tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta 15 personel dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang melalap bus.
Aksi pemadaman dimulai tak lama setelah laporan diterima, yakni pada pukul 23.25 WIB. Berkat kesigapan petugas, api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 23.59 WIB, mencegah kerusakan yang lebih luas.
Dugaan Penyebab dan Upaya Pemadaman Awal
Penyebab kebakaran bus Royal Trans ini diduga kuat berasal dari adanya percikan api pada mesin bus. Percikan api tersebut dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan oleh pengemudi.
Menurut keterangan saksi di lokasi, pengemudi bus sempat melihat mesin bus menyala dan berupaya melakukan pemadaman awal. Ia menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di dalam angkutan tersebut untuk memadamkan api.
Namun, upaya pemadaman mandiri tersebut tidak berhasil karena api terus membesar dan tidak bisa dikendalikan. Melihat kondisi yang semakin parah, operator jalan tol kemudian menghubungi tim damkar untuk meminta bantuan pemadaman.
Dampak dan Kerugian Insiden Bus Terbakar
Meskipun insiden kebakaran bus Royal Trans ini cukup besar, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Gatot Sulaeman mengonfirmasi bahwa pengemudi bus hanya mengalami luka lecet di bagian kaki, dan satu penumpang yang berada di dalam bus berhasil selamat.
Kerugian material akibat kebakaran bus Royal Trans ini diperkirakan mencapai angka yang cukup fantastis. Gatot memperkirakan kerugian akibat kejadian itu sekitar Rp2 miliar.
Estimasi kerugian tersebut didasarkan pada harga baru kendaraan bus Royal Trans yang terbakar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, insiden ini menimbulkan dampak finansial yang signifikan.
Sumber: AntaraNews