Minta uang buat bayar utang beras, Jero malah dihajar suami
Suami korban kini sudah diamankan ke kantor polisi.
Malang nian dialami Jero Ketut Juniari (28). Saat dia meminta uang kepada suaminya, justru malah dipukul bertubi-tubi.
Jero lantas diantar keluarganya melaporkan tindak kekerasan dilakukan suaminya, Dewa Made Swastika (39), warga Kelurahan Penarukan, Singaraja, ke Polres Buleleng, Bali, Selasa (15/12). Hal itu terpaksa dilakukan oleh dia lantaran dia kerap mengalami tindak kekerasan.
Kejadian terakhir saat Jero meminta uang kepada suaminya buat membayar utang beras di warung. Saat itu, Swastika beralasan sedang tidak memiliki uang. Namun, saat korban hendak masuk kamar, tiba-tiba dari arah belakang rambutnya dijambak oleh suaminya dan di tarik hingga ke ruang tamu.
"Saat itu saya sudah diam tak melawan dan suami saya tidak memukul saya sewaktu menarik rambut saya," kata Jero dalam laporannya ke Polres Buleleng.
Saat Jero kembali mau masuk kamar, Swastika langsung kalap dan memukulnya berkali-kali. Pukulannya mendarat di muka serta kepala bagian belakang. Tidak hanya itu, dari hasil visum terdapat lebam-lebam pada lengan Jero, saat berusaha menangkis serangan dari suaminya.
Sang suami langsung dibawa dan diamankan di Polres. Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP Agus Widarma Putra mengatakan, pihaknya masih memeriksa kasus menimpa Juniari ini.
Menurut Agus, dugaan sementara kasus KDRT ini terjadi lantaran adanya kesalahpahaman antara keduanya. Awalnya memang dipicu dari permintaan uang oleh sang istri kepada suaminya buat membayar utang.
"Anggota kami masih meminta keterangan dari korban juga pelaku. Dugaan sementara, karena salah paham yang dipicu adanya masalah awal. Kami masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Satreskrim," kata Agus.
Baca juga:
Pedagang wanita di Pekanbaru injak dan sayat mata teman pakai pisau
Mertua ngamuk ancam bukun menantu pakai sabit
Bunuh anak dan mantan istri, Iskandar dipenjara seumur hidup
Judi online beromzet Rp 2 M per hari di Jatim dibongkar polisi
Terbukti cabuli anak, pedangdut Solid AG divonis 4 tahun bui