LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Minim fasilitas, siswa SD di Kupang tiga bulan tak bisa belajar

Para siswa memilih bermain di luar kelas.

2016-03-07 18:21:50
Pendidikan Indonesia
Advertisement

Siswa kelas satu dan dua di SDN Oefafi, Kecamatan Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur, kini hanya bisa bermain di halaman sekolah pada saat proses belajar mengajar sedang berjalan. Selama tiga bulan terakhir, para siswa pun tanpa wali kelas setelah Adi Melijati Tamenu dipecat kepala sekolah, lantaran meminta gajinya yang belum terbayarkan selama tiga tahun.

Para siswa yang seharusnya duduk di kelas untuk mendapatkan pelajaran, malah bermain hingga jam pulang sekolah. Jika dipaksa masuk kelas, siswa-siswi itu hanya bisa duduk dan bercanda dengan satu sama lain di dalam kelas, tanpa guru.

Seperti pengakuan Cyintia, salah satu siswi kelas dua ini, bahwa mereka setiap hari hanya bermain tanpa belajar, karena guru yang memberikan mata pelajaran sudah keluar. "Dulu ada guru, ada tapi sudah keluar, jadi kami bermain saja pak," kata Cyintia dengan nada polos, Senin (7/3).

Anak-anak ini masih sangat membutuhkan pendampingan dan pengajaran yang intensif agar bisa mencapai kemampuan yang maksimal. Untuk mengisi kekosongan yang ada, seorang tenaga honor yang ditugaskan di perpustakaan sekolah atas nama Simeon Noman, didaulat untuk menggantikan posisi Melijati.

Walau demikian, kondisi proses belajar mengajar pun tak berjalan baik. Karena ketiadaan alat tulis, serta banyaknya anak anak yang pulang lebih awal lantaran tidak adanya wali kelas yang membimbing mereka.

"Kesulitan yang saya alami dari yakni, dari alat tulis menulis tidak ada. jadi yang saya pakai ini, saya beli sendiri. Sudah tidak dapat gaji lagi ambil uang sendiri di dompet untuk beli. Jadi pas tidak ada spidol ya saya duduk diam di kelas," katanya.

Simeon juga mengaku, belum mendapatkan gaji selama tiga tahun terakhir. Dirinya jua kaget dengan pemecatan Melijati yang dikenalnya sangat rajin dan tekun menjalankan tugasnya sebagai tenaga pengajar.

"Saya hanya dapat informasi jika sebelum dipecat, ibu Melijati sempat mengirimkan pesan singkat kepada bendahara, dan bertanya tentang pengelolaan dana BOS," ungkap Simeon.

Baca juga:
Cerita perjuangan guru di desa terpencil, tempuh 1,5 jam ke sekolah
Hadapi MEA, perguruan tinggi jadi ujung tombak
Potret kemiskinan, sekolah ini dibayar rengginang & pisang setandan
Dorong peningkatan tenaga didik, pemerintah donasikan Rp 757 juta
Jumlah tenaga honorer tak berimbang, Indonesia darurat guru SD
Sedang tren, mahasiswa Indonesia sasar Belanda buat kuliah
Digital learning di Indonesia belum seimbang dengan fasilitas

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.