Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Digital learning di Indonesia belum seimbang dengan fasilitas

Digital learning di Indonesia belum seimbang dengan fasilitas ilustrasi teknologi. © lornawestonsmyth.com

Merdeka.com - Dunia mengalami perubahan dari waktu ke waktu, termasuk kemajuan teknologi. Perkembangan kemajuan teknologi ini jelas memengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan.

Pengusaha muda, Billy Boen menilai kemajuan pendidikan teknologi khususnya 'digital learning' di Indonesia belum seimbang dengan fasilitas yang ada. "Pendidikan 'digital learning' yang ada di Indonesia sangat kurang. Dari secara infrastruktur Indonesia masih kurang dalam hal itu," ucapnya di acara diskusi 'Memetakan masa depan pendidikan Indonesia : membuka pelajaran digital' yang digagas oleh Gerak Cepat di Jakarta, Selasa (2/2).

Tidak hanya itu, pendidikan di Indonesia khususnya di pelosok pun sangat minim melek teknologi. Pendidikan dan pengajar yang bisa mengaplikasikan digital learning pun kurang mumpuni.

"Kalau di Jakarta perangkat untuk melanjutkan teknologi sudah lengkap kalau di kalau di pelosok sangat kurang sekali, infrastuktur, pengajar kalah. Pengajarnya enggak ngerti gimana ngajar teknologi," bebernya.

Billy Boen pun menilai jika ingin membuat solusi pendidikan yang ada di Indonesia khususnya pendidikan teknologi tidak mesti mengharapkan dari pemerintah. "Kalau mau solusinya kita jangan ngarepin ke Pemerintah. Semua orang harus bersumbangsih untuk bisa menjalankan program Digital learning tersebut," pungkasnya.

Diketahui, Gerak Cepat adalah sebuah wadah yang berkecimpung peduli di dunia pendidikan di Indonesia. Gerak cepat hari ini menggelar diskusi dengan mendatangkan berbagai macam tokoh-tokoh penggerak pendidikan dan para pengusaha muda untuk bisa membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi dan memberikan solusi pendidikan. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP