Mimpi Risma jadikan Kalimas destinasi wisata air di malam hari
Wali kota kelahiran Kediri ini juga merencanakan mengeruk tanah-tanah di Kalimas.
Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini berniat menyulap sungai Kalimas menjadi lokasi wisata air di malam hari. Ke depan, Risma berharap sungai yang pernah menjadi jalur perdagangan di zaman Majapahit itu, bisa menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Pahlawan ini.
Untuk mewujudkan mimpinya itu, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini, mengaku sudah membuat desain Kalimas untuk diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum.
"Yang paling efektif adalah, menjadikan Kalimas sebagai wisata air di malam hari. Kita sudah ada desainnya dan akan saya usulkan ke Kementerian PU," kata Risma usai pembukaan Festival Kalimas Surabaya, Sabtu malam, (16/5).
Menurut Risma, jika Kalimas memiliki pintu air, akan bisa dipakai terus menerus dan aliran airnya akan terus mengalir deras. "Untuk masalah pengadaan pintu air, kita masih komunikasikan lagi dengan Kementerian PU. Ini penting, karena Kalimas masih kewenangan pusat," lanjut alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) itu.
Wali kota kelahiran Kediri ini juga merencanakan mengeruk tanah-tanah di Kalimas. Tujuannya, agar air Kalimas yang saat ini masih berwarna cokelat, bisa kembali lebih jernih dan bersih. "Untuk acara Festival Kalimas malam ini (16/5), kita undang dirjen, dan mereka menjanjikan untuk mengadakan pintu air di Kalimas," akunya.
Selain Kalimas, masih menurut Risma, Surabaya juga memiliki aset sejarah. Tapi belum mampu dimaksimalkan. Padahal, pemandangannya cukup indah. "Aset itu berada di Kota Surabaya sisi utara. Di daerah ini, terdapat gedung-gedung tua yang begitu mempesona pengunjung," tutur dia.
Sebenarnya, lanjut Risma, Warga Surabaya sudah mempunyai aset, hanya saja belum dimaksimalkan karena pemandangan yang paling indah berada di daerah utara Surabaya, di daerah itu terdapat gedung-gedung tua yang amat cantik.
Di lokasi yang sama, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Mudjiadi mengaku merespon positif niat Risma. Untuk mengetahui kondisi Kalimas, pihaknya akan melakukan study kelayakan terlebih dahulu.
"Festival Kalimas ini, cocok dengan program PU soal restorasi sungai. Sungai-sungai di perkotaan harus bersih, sehat dan produktif," katanya.
Selain itu, lanjutnya, sungai tak hanya dijadikan tempat perekonomian, hubungan sosial dan budaya, tapi harus lebih itu. "Untuk Kalimas ini, sepertinya sudah layak dijadikan ikon Surabaya," pungkasnya.
Dalam rangkain HUT Kota Surabaya yang ke 722, Sabtu malam hingga Minggu besok, Pemkot Surabaya menggelar Festival Kalimas, yang dihadiri Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU.
Pada festival ini, Risma berkesempatan ikut mendayung kapal naga bersama 35 peserta yang menggunakan kostum unik, seperti pakaian adat Dayak, bajak laut, Reog Ponorogo, Koarmatim, pakaian adat Madura (kaos motif garis-garis merah dan putih), pakaian kedokteran, serta berbagai kostum lainnya.
Baca juga:
Wali Kota Risma kampanyekan program Merdeka Sampah
Hari Kartini, Risma ingatkan wanita karir agar tak lupa kodrat
Direktur KBS baru ditunjuk Risma dinilai arogan
Pastikan UN lancar, Kapolda Jatim & Risma sidak ke sejumlah sekolah
Risma menentang minimarket berdiri di kampung-kampung Surabaya