Mewaspadai bencana kebakaran di bangunan cagar budaya
Mewaspadai bencana kebakaran di bangunan cagar budaya. Wiwin mengatakan sepanjang Januari-Februari 2018, terjadi dua bencana kebakaran yang menghanguskan cagar budaya, yaitu di Museum Bahari, Jakarta Utara dan kawasan pecinan di Kelurahan Kampung Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) menggelar seminar 'Belajar dari Kebakaran Bangunan Cagar Budaya dan Rumah Adat'. Seminar ini untuk memberi pembakalan kepada pemangku kepentingan agar melindungi cagar budaya dari bencana kebakaran.
"Ini adalah respons IAAI atas terjadinya berbagai bencana kebakaran di bangunan-bangunan cagar budaya dan rumah adat. Apa yang terjadi sangat memprihatinkan," kata ketua IAAI, Wiwin Djuwita Ramelan, Jumat (6/5).
Wiwin mengatakan sepanjang Januari-Februari 2018, terjadi dua bencana kebakaran yang menghanguskan cagar budaya, yaitu di Museum Bahari, Jakarta Utara dan kawasan pecinan di Kelurahan Kampung Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
"Namun kita tidak harus saling menyalahkan, namun bersama-sama kita harus paham bagaimana merawat bangunan cagar budaya berdasarkan etika," imbuh Wiwin.
Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid menilai kesadaraan masyarakat akan potensi kebakaran masih rendah. Karena itu diperlukan suatu usaha untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana kebakaran.
"Untuk mencegah terjadi kebakaran itu tanggung jawab kita semua. Pengguna dan penghuni di lingkungan tersebut. Namun problemmya kesadaran kita masih sangat terbatas. Kesadaran ini masih perlu ditingkatkan, sehingga kita bisa waspada 24 jam," kata dia.
Baca juga:
Perawatan patung Pangeran Diponegoro
Bernostalgia serunya dolanan bocah Nusantara
Ahok tetapkan kawasan makam Mbah Priok cagar budaya Jakarta
Gedung OLVEH nyaris tenggelam ditelan zaman
Gedung OLVEH nyaris tenggelam ditelan zaman
Menengok sejarah & arsitek gedung asuransi jiwa OLVEH di Kota Tua