Menengok sejarah & arsitek gedung asuransi jiwa OLVEH di Kota Tua
Merdeka.com - Kawasan Kota Tua Jakarta Barat tak habis mempertontonkan kokohnya gedung-gedung peninggalan Kolonial Belanda. Tak hanya Staadhuis yang kini menjadi Museum Sejarah Jakarta atau Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (BEOS) yang kini dikenal sebagai Stasiun Jakarta Kota, di seberangnya sebuah bangunan bekas perusahaan asuransi jiwa Onderlinge Levensverzekering Van Eigen Hulp (OLVEH) ternyata menghantarkan kita ke nuansa khas tahun 1921.

Gedung OLVEH di Jakarta Kota ©KITLV
Perusahaan OLVEH sendiri masuk ke Indonesia ketika pemerintah Belanda membuka keran bagi asuransi swasta asing untuk berekspansi di Hindia yang kala itu dimonopoli oleh Nederlandsch Indiesche Levensverzekering en Liffrente Maatschappij van 1859 (NILLMIJ). Namun pemerintah Belanda berhenti membantu NILLMIJ mengumpulkan premi pada tahun pada tahun 1883.OLVEH van 1879, adalah sebuah perusahan Belanda dengan kantor induknya berada di âsGravenhage, Leiden mampu bertahan hingga 40 tahun dan berakhir ketika dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia tahun 1960. Direktur OLVEH di Batavia saat itu Pieter Peereboom Voller seorang warga Belanda kelahiran Batavia 1873.

Gedung OLVEH di Jakarta Kota ©Tropenmuseum
"Perusahaan asuransi jiwa OLVEH adalah perusahaan swasta Belanda, yang di Batavia merupakan cabang pertamanya," ujar Arkeolog merangkap juga Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta, Candrian Attahiyat kepada merdeka.com, Selasa (22/3) kemarin.Balutan cat putih tidak hanya dirasakan tampak depan gedung, tapi juga ketika memasuki setiap ruangan di dalamnya yakni berupa kombinasi marmer putih serta detail interior gedung dan juga kaca patri. Berdiri di Jalan Jembatan Batu No 50, Pinangsia (dulu Vorrij Zuid) gedung ini termasuk berada di kawasan Voorstad yakni berada di luar kota inti Batavia bagian selatan yang dirancang oleh VOC untuk lokasi bisnis dan pemukiman masyarakat Tionghoa.
"Kalau dilihat dari depan kita bisa melihat BEOS (Stasiun Jakarta Kota), kalau dari balkon belakang dari gedung ini kita bisa lihat kelenteng Setia Dharma Marga. Dulunya tahun 1921 banyak rumah Tionghoa, sehingga dibuat balkon di belakang gedung agar view jadi bagus," terang Candrian. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya