Menteri Yasonna Laoly soal reshuffle: Mainkan
Yasonna tak mau berkomentar banyak terkait kabar reshuffle yang akan dilakukan Jokowi usai lebaran nanti.
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly tak mau ambil pusing soal isu reshuffle yang bakal dilakukan Presiden Joko Widodo terhadap para menterinya usai lebaran nanti. Dia hanya menjawab singkat ketika ditanya hal tersebut.
"Mainkan," kata Yasonna usai menghadiri acara buka bersama di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM), Jakarta, Kamis (25/6).
Yasonna menolak mengomentari lebih jauh terkait reshuffle. Dia lebih memilih masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan gedung Kemenkum HAM.
34 Menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi sudah menyerahkan laporan kerja. Saat ini laporan itu tengah dipelajari Presiden Jokowi. Beredar kabar, laporan itu merupakan catatan khusus Presiden Jokowi untuk melakukan reshuffle di pemerintahannya.
Selain itu, dari berbagai hasil survei, Menteri Yasonna merupakan salah satu menteri yang dinilai pantas untuk diganti. Hasil survei menunjukkan 52,4 persen responden meminta Yasonna di reshuffle.
Menteri Yasonna sendiri saat ini menjadi sorotan lantaran kebijakan-kebijakan yang diputuskannya berbau politis dan kontroversial. Pertama keputusannya dalam menyelesaikan konflik Partai PPP yang kemudian disusul dengan kisruh dualisme Partai Golkar.
Belum juga tuntas persoalan partai politik, Yasonna kembali membuat keputusan yang menjadi sorotan publik yakni usulan revisi Undang-undang No 30 tahun 2002 tentang KPK masuk ke dalam Prolegnas prioritas 2014.
Baca juga:
Jokowi panggil Muhaimin Iskandar ke Istana, bahas reshuffle?
Pramono Anung bantah PDIP minta jatah lima menteri
Politisi Golkar: Ekonomi lemah bisa timbul masalah sosial & kriminal
JK: Dikritik boleh asal jangan diganggu
Sekjen PKB: Hak PDIP minta jatah lima menteri
Menpora pasrah jika terkena imbas reshuffle