Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menpora pasrah jika terkena imbas reshuffle

Menpora pasrah jika terkena imbas reshuffle Imam Nahrawi main bulu tangis bersama tim merdekacom. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengaku pasrah jika dirinya menjadi bagian menteri yang akan di-reshuffle. Pasalnya, kerja Imam dinilai buruk atas gonjang-ganjingnya PSSI dan sejumlah cabang olahraga nasional.

"Yang penting kita bekerja, bekerja, bekerja. Dan saya melihat performa kabinet dari PKB sudah perform semua," kata Imam di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6).

Sebelumnya, ditemui di tempat terpisah, Imam menyerahkan secara penuh terkait reshuffle kepada Jokowi.

"Kalau reshuffle kabinet itukan otoritas presiden, itu murni hak prerogatif beliau, beliau yang menentukan apakah pembantunya layak diteruskan atau tidak," ujar Imam di Gedung Graha Gus Dur Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (23/6).

Sejauh ini Sekjen DPP PKB tersebut hanya bisa bekerja semampunya. Dia tak mau ambil pusing mengenai munculnya isu resuffle. Selama ini sebagai bawahan Jokowi, dia hanya bisa melaksanakan setiap perintah presiden.

"Kita sebagai pembantu siap melaksanakan tugas. Tentu kita nggak boleh berpikir itu yang penting terus bekerja," tuturnya.

Seperti diketahui, akibat dinilai membiarkan konflik terus berjalan di sejumlah cabang olahraga nasional. Seperti misalnya cabang olahraga balap sepeda, taekwondo, tenis meja, dan bulu tangkis.

Sejumlah pemerhati olah raga akhirnya membentuk Komite Olah raga Profesional Nasional Indonesia (KOPNI). Selain itu mereka membuat petisi yang dilayangkan kepada Jokowi. Isinya, KOPNI meminta Presiden agar mengganti Imam sebagai Menpora karena dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai menteri.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP