LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mensos wacanakan sebar jutaan dai cegah paham radikal

Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengatakan, masalah sosial bukan hanya berkutat dengan kemiskinan atau bagi-bagi sembako. Menurut dia, paham radikalisme juga jadi bagian degradasi sosial.

2018-06-08 22:27:04
Radikalisme
Advertisement

Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengatakan, masalah sosial bukan hanya berkutat dengan kemiskinan atau bagi-bagi sembako. Menurut dia, paham radikalisme juga jadi bagian degradasi sosial.

Idrus menambahkan, kehidupan di bulan suci Ramadhan harusnya bisa terus dibudayakan di bulan lainnya. Saling berbagi dan saling mengasihi bisa untuk menekan paham-paham radikalisme.

"Jadi Kemensos ada 26 masalah sosial sosial. Dan bukan hanya anak yatim, tapi lebih dari itu. Pendidikannya itupun kami harus perhatikan sungguh-sungguh," kata Idrus di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat saat menggelar santunan bagi seribu anak yatim piatu, Jumat (8/6).

Advertisement

Idrus melanjutkan, pihaknya akan bicara dan bekerjasama dengan Masjid Istiqlal dan pengurusnya untuk menggelar program lainnya. Termasuk soal terkait kepentingan persatuan umat.

"Seperti memunculkan dai-dai dengan kompetensi luar biasa yang tentunya menggambarkan soal kepentingan umat dan bangsa. Umat Islam di Indonesia bisa mengimplementasikan ajaran Islam rahmatan lil alamin," ujar Idrus.

Idrus menambahkan, pengembangan soal paham anti radikalisme harus disuarakan seluruh dai. Idrus menuturkan, pihaknya mewacanakan acara rutin pengembangan dai di seluruh Indonesia.

Advertisement

"Jadi bukan hanya 200, tapi kalau perlu 200 ribu atau lebih dari itu 2 juta. Itu perlu kita pikirkan sebagai terdepan untuk mencerdaskan umat dan bangsa," tutur Idrus.

Imam Besar Istiqlal KH Nasarudin Umar mengatakan, jika umat Islam 200 juta, maka idealnya ada 2 juta mubalig.

"Pelan tapi pasti, kami menyesuaikan konten materi. Kami harap dengan penyebaran 2 juta mubalig dengan materi dakwah yang mencerdaskan, saya kira bangsa ini akan terselesaikan dengan bahasa agama," tutup Nasarudin

Reporter: Moch Harunsyah

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Diduga menolak Pancasila, 2 dosen UGM dinonaktifkan
Soal adanya 40 masjid radikal di DKI Jakarta, Anies dan Sandi beda pendapat
Polda Metro soal kabar 40 masjid diduga radikalisme: Tanya ke BNPT & BIN
Try Sutrisno ingatkan kampus agar tak disusupi radikalisme dan terorisme
Cegah radikalisme di kampus, Unnes kerjasama dengan BNPT
Wakapolri sebut masjid di Jakarta tak ada terpapar radikalisme

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.