Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polda Metro soal kabar 40 masjid diduga radikalisme: Tanya ke BNPT & BIN

Polda Metro soal kabar 40 masjid diduga radikalisme: Tanya ke BNPT & BIN ilustrasi masjid. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Naufal MQ

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mendapat laporan beberapa masjid di Jakarta telah disusupi paham radikalisme. Itu diketahui Jokowi saat bertemu dengan praktisi sosial, budaya, pendidikan dan agama di Istana Negara.

Terkait laporan itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengaku mengantongi data 40 masjid itu. Namun berbeda dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang justru meminta data 40 masjid itu dibuka.

Pihak Polda Metro Jaya juga tak ingin menanggapi kabar yang menyebut 40 masjid di Jakarta yang diduga menyebar paham radikalisme.

"Yang ngomong siapa? Tanyakan ke wagub," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jumat (8/6)

Menurut Argo, hal itu lebih pantas tanyakan yang berkompeten. "Silakan tanya ke BNPT, BIN atau Densus," ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI telah memiliki data 40 masjid di Jakarta yang dicurigai disusupi paham radikal dan intoleransi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, telah memerintahkan anak buahnya untuk mengarahkan agar kegiatan masjid tidak menyebarkan radikalisme. Dia menilai, radikalisme bisa muncul disebabkan adanya kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat.

"Saya turun ke masjid bahwa perjuangan kita ke depan adalah membangkitkan ekonomi di masjid. Karena Salah satu masalah terjadinya radikalisme adalah ketidakadilan dan paham, believe, yang terus dimasukan ke anak muda, generasi penerus bangsa kita dan mengambil jalan pintas," katanya di Pulau Untung Jawa, Selasa (5/6).

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP