Mensos Sampaikan Perkembangan Positif SRMP 17 Tabanan kepada Presiden Prabowo
Menteri Sosial melaporkan perkembangan positif SRMP 17 Tabanan kepada Presiden Prabowo, menyoroti kedisiplinan siswa, penjangkauan DTKS, serta rencana ekspansi ke Karangasem.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf melaporkan secara langsung perkembangan terbaru Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali. Laporan ini disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Minggu, 7 Juni, di Tabanan. Mensos menyoroti kemajuan signifikan yang dicapai oleh para peserta didik di sekolah tersebut.
Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial, menjelaskan bahwa SRMP 17 Tabanan kini menaungi tiga rombongan belajar jenjang SMP. Sebanyak 74 peserta didik telah menjalani proses pembelajaran selama 11 bulan. Perkembangan mereka menunjukkan hasil yang sangat positif, terutama dalam hal disiplin dan karakter.
Laporan ini juga mencakup detail mengenai kriteria penerimaan siswa dan fasilitas yang telah dibangun. Presiden Prabowo menerima informasi mengenai upaya Kementerian Sosial dalam menyediakan pendidikan berkualitas. Hal ini bertujuan untuk anak-anak yang membutuhkan, sesuai dengan arahan pemerintah.
Peningkatan Disiplin dan Seleksi Ketat Peserta Didik
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi perkembangan luar biasa di SRMP 17 Tabanan. Ia menyatakan bahwa siswa-siswi menunjukkan kedisiplinan tinggi dan memiliki karakter yang kuat. Orang tua pun merasa bangga melihat anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan baik di sekolah ini.
Saat ini, SRMP 17 Tabanan telah menampung 74 peserta didik dalam tiga rombongan belajar jenjang SMP. Mereka telah mengikuti proses pembelajaran selama 11 bulan. Perkembangan positif ini menjadi bukti efektivitas program Sekolah Rakyat.
Kementerian Sosial memastikan bahwa tidak sembarang siswa dapat masuk ke Sekolah Rakyat ini. Peserta didik direkrut berdasarkan Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial melalui penjangkauan pemerintah. Proses ini tidak melibatkan pendaftaran terbuka, suap, maupun titipan dari pihak manapun.
Sebagai contoh, banyak di antara siswa adalah anak-anak yang sebelumnya putus sekolah. Adanya sekolah di pusat kota Tabanan ini memberikan mereka kesempatan kedua. Mereka kini dapat kembali mengejar pendidikan yang layak.
Fasilitas Modern dan Komitmen Anti-Kekerasan
Gus Ipul juga melaporkan ketersediaan fasilitas lengkap di Sekolah Rakyat ini kepada Presiden Prabowo. Fasilitas tersebut meliputi asrama, ruang kelas, ruang makan, aula, laboratorium, dan perpustakaan. Lingkungan belajar yang kondusif sangat mendukung proses pendidikan.
Proses pembelajaran di SRMP 17 Tabanan didukung oleh teknologi modern. Siswa-siswi menggunakan laptop dan gawai sebagai alat bantu belajar. Ini memastikan mereka mendapatkan akses terhadap informasi dan metode pengajaran terkini.
Sesuai arahan Presiden, SRMP 17 Tabanan menerapkan kebijakan ketat. Sekolah ini melarang keras perundungan atau bullying, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi. Pelaku pelanggaran akan ditindak tegas dan diberhentikan dari sekolah.
Kebijakan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah terhadap lingkungan pendidikan yang aman. Setiap siswa berhak belajar tanpa rasa takut atau diskriminasi. Hal ini menciptakan suasana belajar yang positif dan inklusif.
Ekspansi ke Karangasem dan Pembangunan Infrastruktur
Untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih baik, Kementerian Sosial berencana mengembangkan Sekolah Rakyat. Pembangunan gedung permanen akan dilakukan di Karangasem, bukan di Tabanan. Ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan program.
Lokasi baru di Karangasem nantinya akan dialokasikan untuk 270 siswa. Namun, saat ini sudah lebih dari 400 peserta didik yang terjangkau. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat akan program Sekolah Rakyat.
Menteri Sosial menambahkan bahwa kapasitas untuk jenjang SMP dan SMA sudah melebihi alokasi. Sementara itu, untuk jenjang SD masih dalam proses penjangkauan siswa. Kementerian Sosial terus berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan di berbagai tingkatan.
Proses pembangunan gedung permanen di Karangasem oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) telah mencapai hampir 80 persen. Proyek ini diharapkan segera rampung. Dengan demikian, fasilitas baru dapat segera dimanfaatkan untuk pendidikan.
Sumber: AntaraNews