LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Mensos Khofifah sindir BNP2TKI acuh saat buruh migran dideportasi

Padahal, kata Khofifah, dalam sebulan, jumlah TKI yang dideportasi mencapai 2.500-3.000 orang.

2016-09-07 15:00:36
TKI
Advertisement

Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Kesehatan, Rumah Sakit dan Sosial Palang Merah Indonesia (PMI) Tahun 2016 bersama Wakil Presiden, Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/9). Di sela-sela Rakernis ini, akan dibahas terkait kesehatan buruh migran yang dideportasi dari luar negeri.

"Hari ini ada yang baru, tema untuk Kementerian Sosial nanti sore di Rakernas ini terkait dengan buruh migran," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan pers di Kantor Wakil Presiden.

Menurut Khofifah, pembahasan kesehatan buruh migran menjadi penting. Sebab, ketika terjun ke lapangan antara petugas Kementerian Sosial dengan PMI harus bisa menyelesaikan secara bersama-sama dan tidak tumpang tindih.

"Kami sudah terbiasa di lapangan ketemu dengan PMI kalau ada bencana alam maupun bencana sosial," ujarnya.

Khofifah kemudian menyinggung terkait penanganan buruh migran selama ini. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), lanjut dia, yang seharusnya bertanggungjawab atas persoalan yang dihadapi buruh migran malah tak hadir saat mereka dideportasi.

"Selama ini kalau ada TKI pulang dari luar negeri dalam keadaan sukses itu BNP2TKI yang ngurus. Tapi kalau ada yang dideportasi apalagi yang mengalami trauma dan mengalami kondisi psikologis tertentu sampai dengan psychotic maka itu urusan Kementerian Sosial," papar Khofifah.

Khofifah menambahkan, Kementerian Sosial telah menyediakan rumah perlindungan dan trauma center (RPTC) untuk TKI yang dideportasi dari luar negeri. RPTC itu berlokasi di Tanjungpinang, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Dalam sebulan, sebut dia, jumlah TKI yang dideportasi mencapai 2.500-3.000 orang. Mereka yang dideportasi kemudian ditampung di RPTC tersebut.

"Nanti dari situ baru di-deliver, ada yang ke Jakarta, ada yang ke Dumai. kemudian dibawa lagi ke RPTC yang sekarang ini termasuk anak-anak yang korban prostitusi sejenis, itu juga ada disitu," tandasnya.

Baca juga:
Pengawasan TKI masih minim, devisa negara terancam turun
KPK: Banyak kasus korupsi dalam penempatan TKI
WNI korban salah data dibebaskan Pengadilan Hong Kong
Di KTT PBB, Eni Lestari bakal ungkap mirisnya buruh migran Indonesia
BNP2TKI kecolongan, TKI ilegal dari NTB tetap jalan meski moratorium
TKI overstay asal Purwakarta segera dipulangkan
Menaker tolak rayuan Kuwait agar Indonesia kirim PRT

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.