Mensos Khofifah minta Muslimat NU di Raja Ampat ikut perangi narkoba
"Setiap harinya 50 orang harus tewas karena narkoba," ujar Khofifah.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menandatangani Deklarasi Laskar Anti Narkoba Muslimat NU Raja Ampat, Papua Barat. Dia berharap, setelah dilantik, Laskar Anti Narkoba itu bisa berperan memerangi peredaran narkoba di Tanah Air.
"Saya minta mulai minggu depan setelah dilantik, Laskar ini bisa ikut berperan memerangi narkoba," kata Khofifah saat memberi sambutan di gedung PKK. Raja Ampat, Papua Barat, Senin (16/5).
Khofifah mengatakan Muslimat NU harus memiliki peran menentang narkoba yang semakin hari semakin dahsyat. Apalagi, setiap harinya, 50 warga Indonesia tewas karena barang haram tersebut.
"Ibu-ibu tahu engga di Indonesia sekarang ini, setiap harinya 50 orang harus tewas karena narkoba," ujar dia.
Politikus PKB ini menyatakan, sudah sepatutnya Indonesia tidak lagi mengedepankan rehabilitasi. Dia menilai, rehabilitasi adalah cara pemberantasan yang lamban.
Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat sama-sama memberikan pendidikan terhadap anak tentang bahayanya narkoba.
"Sekarang sudah waktunya memberikan pendidikan terhadap anak tentang narkoba," tandas dia.
"Jangan biarkan anak-anak kita jadi korban narkoba selanjutnya. Kita harus mulai berperang melawan peredaran narkoba," pungkas Khofifah.
Baca juga:
Lantik muslimat NU Raja Ampat, Mensos disambut tarian adat
Kunker ke Raja Ampat, Khofifah sempat hadiri pelantikan muslimat NU
Mensos : RUU Penghapusan Kekerasan Seksual akan masuk Prolegnas
Datangi keluarga balita korban pemerkosaan di Bogor, Mensos nangis
Prihatin kasus Yuyun, Mensos Khofifah temui keluarga beri dukungan
Mensos temui 7 pembunuh Yuyun sebelum sidang vonis digelar
Mensos utamakan hukum mati dibanding kebiri pelaku kejahatan seksual