Mensos Idrus janji tim penanganan campak dampingi secara permanen di Asmat
Idrus menambahkan, tim Kementerian Sosial yang ditugaskan untuk menangani wabah campak dan gizi buruk masih berada di Asmat.
Menteri Sosial Idrus Marham memastikan, pihaknya akan mendampingi masyarakat Kabupaten Asmat, Papua secara permanen hingga kejadian wabah campak dan gizi buruk selesai ditangani.
"Tim masih di sana. Ya permanen kita tetap di sana," ujarnya saat mengisi diskusi bertajuk 'Memajukan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat Papua' di Gedung Serbaguna Kementerian Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (29/1).
Idrus menambahkan, tim Kementerian Sosial yang ditugaskan untuk menangani wabah campak dan gizi buruk masih berada di Asmat. Berdasarkan data yang diterimanya, hingga 24 Januari 2018 korban Kejadian Luar Biasa (KLB) itu sudah menelan 65 korban meninggal dunia. Dia merinci, empat anak meninggal dunia karena campak dan satu anak meninggal karena tetanus.
Mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini juga memastikan, kehadiran tim Kementerian Sosial di Kabupaten Asmat tidak hanya memberikan penanganan tetapi juga melakukan pembinaan kepada korban wabah campak dan gizi buruk.
"Kelanjutannya saat perawatan, pembinaan dan pengembangan saya kira kehadiran Kementerian Sosial di sana, itu wajib hukumnya," kata Idrus.
Baca juga:
UGM kirim tim ke Asmat bantu penanganan campak dan gizi buruk
Menkes minta semua pihak kerja sama tangani campak dan gizi buruk di Asmat
Perjuangan Satgas TNI tempuh medan berat demi selamatkan warga Asmat
Marsekal Hadi sebut ada tujuh titik rawan wabah campak di Papua
Satgas Kesehatan TNI akan prioritaskan penyediaan air bersih di Papua