Menkes minta semua pihak kerja sama tangani campak dan gizi buruk di Asmat
Merdeka.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan penanganan masalah campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, kondisi itu tidak akan bisa jika hanya ditangani Kementerian Kesehatan.
"Kami hanya bisa memperbaiki dalam arti mengobati melalui pemberian imunisasi dan perbaikan gizi. Kita membutuhkan kehadiran pihak lain," kata Menkes Nila Moeloek di Timika. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (26/1).
Nila menilai, keterlibatan pihak-pihak lain terutama dalam hal penyediaan sarana transportasi dan bahan bakar minyak untuk menunjang pelayanan masyarakat Asmat yang hidup di daerah rawa juga tak kalah penting.
Satu lagi kendala terbesar yang dihadapi masyarakat Asmat yakni penyediaan sarana air bersih.
"Masyarakat Asmat itu tinggal di daerah dengan kondisi air payau. Akses air bersih sama sekali tidak ada. Ini harus kita perbaiki bersama. Untuk kebutuhan air bersih di RSUD Asmat saja sangat sulit," jelasnya.
Pada Kamis (25/1), Menkes Nila Moeloek bersama rombongan meninjau langsung pasien dengan campak dan gizi buruk di RSUD Asmat di Kota Agats.
Ikut dalam peninjauan itu, Kepala Badan PPSDM Usman Sumantri, Dirjen P2P Mohamad Subuh, Dirjen Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Maura Linda Sitanggang.
Menkes Nila berpesan kepada para orangtua agar benar-benar memperhatikan kebersihan di lingkungan sekitar. Nila menyaksikan langsung satu persatu pasien anak dengan campak dan gizi buruk di ruang Aula RSUD Agats.
Salah seorang ibu pasien ditanya kondisi kebersihan di sekitar rumah dan tempat bermain anaknya. Pasien itu menjawab ada banyak lumpur yang menjadi tempat bermain sang anak dan cuci tangan pakai sabun pun tidak biasa dilakukan.
"Kenapa tidak cuci tangan, kalau tangan kotor terus makan kan banyak kuman, cacing yang ikut kemakan sama anaknya. Biasakan cuci tangan," kata Nila.
Setelah itu, Nila menyambangi pasien lainnya di Aula Gereja Protestan Indonesia yang berada di belakang RSUD Agats. Gereja itu dijadikan ruang rawat inap bagi pasien campak dan gizi buruk yang dalam masa pemulihan.
Hingga Kamis (25/1), jumlah pasien campak dan gizi buruk di RSUD Agats sebanyak 82 orang, dengan rincian penderita campak tujuh pasien, gizi buruk 73 pasien, gizi buruk plus campak dua pasien dan gizi kurang enam pasien.
Secara keseluruhan jumlah pasien dari September 2017 hingga 23 Januari 2018 di Kabupaten Asmat yaitu campak sebanyak 646 pasien, gizi buruk 144 pasien, campak plus gizi buruk empat pasien, dan suspect campak 25 pasien Rombongan Menkes menyempatkan diri masuk gereja dan berkeliling melihat kondisi pasien. Mayoritas kondisi mereka membaik terlihat dari kondisi tubuh secara umum, tidak ada keluhan, berat badan naik serta asupan makan dan minum tidak bermasalah.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya