Mensos Gus Ipul Tinjau STIP, Targetkan Sekolah Rakyat Rintisan Beroperasi Mei 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau kesiapan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta untuk Sekolah Rakyat rintisan, menargetkan operasional mulai Mei 2026 demi perluasan akses pendidikan bagi keluarga membutuhkan.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung kesiapan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada Minggu (19/4). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan lokasi tersebut siap dimanfaatkan sebagai Sekolah Rakyat rintisan.
Program Sekolah Rakyat di STIP ditargetkan mulai beroperasi pada awal Mei 2026. Fokus utama kunjungan adalah mengidentifikasi kondisi bangunan serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang diperlukan agar fasilitas dapat segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan program Sekolah Rakyat, menyusul keberhasilan pelaksanaan pada tahun sebelumnya. Gus Ipul menekankan pentingnya persiapan matang demi kelancaran operasional dan pencapaian target.
Perkembangan Positif dan Target Peningkatan Kapasitas Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan program Sekolah Rakyat terus menunjukkan perkembangan positif yang menggembirakan. Selama lebih dari sembilan bulan berjalan, siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan dalam belajar.
Para guru juga dinilai semakin adaptif dalam menyesuaikan metode pembelajaran tanpa mengandalkan tes akademik, serta mampu mengidentifikasi potensi dan kebutuhan belajar siswa dari berbagai latar belakang. Pelaksanaan pada tahun sebelumnya di 166 titik telah berhasil menampung hampir 16 ribu siswa.
Menindaklanjuti arahan Presiden, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat hingga lebih dari 30 ribu siswa pada tahun ini. Penambahan sekolah rintisan di berbagai lokasi menjadi strategi utama untuk mencapai target tersebut.
Khusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, telah ditetapkan 10 titik sekolah rintisan, termasuk di STIP. Secara keseluruhan, lokasi-lokasi ini diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa, dengan tahap awal sekitar 700 siswa dan tambahan 300 siswa pada pertengahan tahun.
Seleksi Siswa dan Kesiapan Fasilitas di STIP untuk Sekolah Rakyat
Gus Ipul menegaskan seluruh proses seleksi siswa Sekolah Rakyat dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mekanisme penjangkauan dilakukan langsung ke keluarga sasaran, bukan melalui pendaftaran terbuka, untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.
Menteri Sosial juga menekankan pentingnya integritas dalam proses ini, dengan menyatakan tidak boleh ada praktik titipan atau pelanggaran ketentuan. Hal tersebut untuk memastikan program benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan.
Kendala di lapangan relatif minim dan hanya memerlukan perbaikan ringan pada fasilitas pendukung seperti tempat tidur, toilet, dan ruang makan. Gus Ipul optimistis seluruh persiapan, termasuk renovasi ringan, dapat selesai pada akhir April.
Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat di STIP dan lokasi lainnya diharapkan bisa dimulai sesuai target pada awal Mei 2026. Kesiapan fasilitas menjadi prioritas utama dalam persiapan ini.
Kondisi Bangunan dan Lokasi Tambahan untuk Perluasan Sekolah Rakyat
Dalam kunjungan tersebut, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Bisma Staniarto dan Ketua STIP Tri Cahyadi turut hadir. Tim teknis menyampaikan bahwa dari total 56 bangunan di kawasan STIP, empat bangunan dan dua fasilitas olahraga diizinkan untuk dimanfaatkan sebagai Sekolah Rakyat.
Untuk tahap awal, kapasitas yang disiapkan di STIP sekitar 100 siswa, didukung oleh dua tenaga pembimbing dan 18 tenaga pengajar. Hasil survei menunjukkan bahwa secara struktur, bangunan di STIP masih dalam kondisi sangat layak dan tidak ditemukan kerusakan pada fondasi, kolom, balok, maupun atap.
Selain STIP, pemerintah juga tengah menyiapkan lokasi lain untuk perluasan program Sekolah Rakyat, termasuk kawasan milik Lembaga Administrasi Negara (LAN). Kondisi bangunan di LAN relatif serupa dengan STIP.
Kawasan LAN juga ditargetkan mampu menampung sekitar 100 siswa, menambah total kapasitas program Sekolah Rakyat. Perluasan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews