Mensos: Anak yatim piatu Rohingya akan dididik di pesantren
Dari sekitar 230 anak pengungsi Rohingya, banyak yang berstatus yatim piatu.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan dari sekitar 230 anak pengungsi Rohingya, banyak yang berstatus yatim piatu. Mereka juga tidak memiliki keluarga lapis kedua yakni kakek, nenek, paman dan bibi.
Oleh sebab itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Wakil Presiden dan Menteri Luar Negeri untuk membuka opsi pengasuhan anak-anak tersebut diserahkan ke pondok-pondok pesantren.
"Kami sudah koordinasi dengan Wapres, Menlu, mereka dimungkinkan untuk diasuh apakah di RPTC (Rumah Perlindungan dan Trauma Center) Kemensos, apakah di pesantren," tutur Khofifah di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (25/6).
Khofifah mengatakan, beberapa pesantren sudah menyampaikan kesediaannya untuk menampung anak yatim dan yatim piatu pengungsi Rohingya.
"Setelah identifikasi verifikasi dan validasi data, mereka bisa ke pesantren. Karena beberapa pesantren sudah menyampaikan langsung pada saya. Ada Cicurug Sukabumi, Malang, Pasuruan, Bojonegoro, mereka siap menampung anak-anak yatim yang siap untuk jadi santri, mereka semua yang dari Rohingya beragama muslim," kata Khofifah.
Proses penempatan anak-anak tersebut sedang berjalan dengan koordinasi berbagai pihak.
"Kita akan koordinasi dengan tim teknis, karena ada koordinasi dengan tim Menko PMK, ada yang dikoordinasi Menko Polhukam, sementara validasi identifikasi sedang dilakukan," tutur Khofifah.
Baca juga:
Kemensos gelontorkan dana Rp 2,3 miliar untuk pengungsi Rohingya
Terdampar di Aceh, pengungsi Bangladesh sudah mulai dipulangkan
Pengungsi Rohingya di Aceh terserang diare hingga gizi buruk
Cerita haru pengungsi Rohingya sampai bikin Mensos Khofifah menangis
Selamatkan ribuan warga Rohingya, nelayan Aceh diberi penghargaan