Menkes diminta suntik cucunya dengan vaksin palsu
Orangtua kecewa dengan pernyataan Menteri Kesehatan Nila Moeloek yang menyebut, bahwa vaksin palsu tidak berdampak buruk
Beberapa perwakilan orangtua korban vaksin palsu RS Harapan Bunda menyambangi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kedatangan mereka guna mengadukan kasus tersebut kepada Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).
Salah satu oran tua korban, August Siregar, mengaku kecewa dengan pernyataan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang menyebut, bahwa vaksin palsu tidak berdampak buruk terhadap kesehatan anak. Bahkan dia meminta Menkes mencoba vaksin tersebut kepada cucunya.
"Kami ingin bukti apakah sudah ada riset yang dilakukan. Ini baru beberapa hari sudah langsung bisa bilang tidak ada efek. Berani tidak yang menyatakan dalam hal ini ibu Nila Moeloek umpama dia punya cucu disuntik dengan vaksin palsu," kata August di Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta, Sabtu (16/7).
Menurutnya meski isi vaksin tersebut adalah air akan tetapi alat yang digunakan belum tentu higienis. "Jadi kita tidak mau jika belum ada pernyataan resmi dari pihak independen itu tidak ada efek," ucapnya.
August menambahkan, sebagai orang tua yang tak paham dengan persoalan medis tetap khawatir dengan efek yang akan muncul dari vaksin palsu itu. Oleh karena itu mereka ingin anak-anaknya dilakukan general check up oleh pihak independen.
"Kita tidak mungkin melakukan vaksin ulang di tempat yang sama," tandasnya.
Baca juga:
Politikus PAN: Vaksin kita diakui 120 negara tapi kok masih impor
Silat lidah rumah sakit setelah disebut pakai vaksin palsu
Pemprov Jabar jamin RS pemerintah bersih dari vaksin palsu
Duka mendalam orangtua anak jadi korban vaksin palsu
3 Kasus dunia kesehatan yang bikin geger Tanah Air