Politikus PAN: Vaksin kita diakui 120 negara tapi kok masih impor
Merdeka.com - Polemik temuan vaksin palsu 14 rumah sakit di Jabodetabek terus berlanjut. Disebut-sebut vaksin yang diduga palsu itu berasal dari luar negeri.
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Daulay menyayangkan saat pihak rumah sakit masih menawarkan vaksin impor ke orangtua. Padahal, katanya, kualitas vaksin produksi Indonesia jauh lebih bagus ketimbang negara-negara lain.
"Kebutuhan nasional itu kan pasti lebih dulu disempurnakan, dipenuhi, baru diekspor. Anehnya kita punya produk yang diakui 120 negara tapi kok masih gunakan (vaksin) impor," ujar Saleh pada diskusi 'Jalur Hitam Vaksin Palsu' di Jakarta Pusat, Sabtu (16/7).
Dijelaskannya, pemerintah telah menganggarkan Rp 1,2 triliun pada APBN 2016 untuk produksi vaksin dan didistribusikan ke beberapa rumah sakit ataupun klinik. Sehingga sangat disayangkan jika orangtua lebih memilih vaksin impor dibanding vaksin produksi Tanah Air.
"Kita produksi banyak dan diakui negara lain, kenapa kita tidak pakai?" pungkasnya.
Seperti diketahui, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek Kamis (14/7) merilis 14 rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu. Keempat belas rumah sakit itu adalah:
1. RS DR Sander, Cikarang
2. RS Bhakti Husada, terminal Cikarang
3. RS Sentral Medika, Pasir Gombong
4. RSIA Puspa Husada
5. RS Karya Medika, Tambun
6. RS Kartika Husada, Tambun
7. RS Sayang Bunda, Pondok Ungu
8. RS Multazam, Bekasi
9. RS Permata, Bekasi
10. RSIA Gizar, Villa Mutiara Cikarang
11. RS Harapan Bunda, Kramat Jati
12. RS Elizabeth, Narogong
13. RS Hosana, Lippo Cikarang
14. RS Hosana, Jalan Pramuka
Atas kasus ini Bareskrim Mabes Polri juga sudah menetapkan total 23 tersangka. Saat ini Bareskrim juga masih terus mengusut kemungkinan akan adanya tersangka baru.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya